Panduan Perawatan Bahan Knit Agar Tetap Awet, Lentur, dan Tidak Mudah Melar
Rahasia menjaga pakaian knit agar selalu tampak seperti baru!--
INFORADAR.ID – Pakaian berbahan knit atau rajut menjadi salah satu item fesyen favorit banyak orang karena menawarkan tekstur yang lembut, lentur, dan nyaman saat dikenakan. Mengutip laporan RRI Banten, proses perawatan yang kurang tepat dapat menyebabkan serat benang pada busana knit mudah tertarik, melar, berbulu, hingga kehilangan bentuk aslinya.
Oleh karena itu, langkah awal yang sangat disarankan sebelum mencuci adalah memeriksa label perawatan (care label) yang tertera pada pakaian. Informasi tersebut memuat petunjuk penting terkait batasan suhu air, metode pencucian yang aman, hingga teknik pengeringan yang sesuai dengan jenis serat kain.
Pelaku usaha pakaian asal Kota Serang, Fatimah, menjelaskan bahwa material knit memerlukan perlakuan yang sangat lembut selama proses pencucian berlangsung. Ia mengimbau agar pengguna tidak mengucek atau memeras pakaian terlalu kuat agar ikatan rajutan benang tidak cepat kendur dan merusak struktur pakaian.
Pencucian secara manual menggunakan tangan menjadi pilihan paling aman, terutama untuk jenis bahan knit yang halus atau memiliki kerapatan rajut yang longgar.
Apabila harus menggunakan mesin cuci, sebaiknya gunakan kantong pelindung (laundry bag) serta pilih siklus putaran rendah (delicate mode) untuk meminimalkan gesekan antarserat kain.
Setelah dicuci, hindari memelintir pakaian untuk membuang sisa air. Sebagai gantinya, letakkan knitwear di atas handuk kering lalu gulung dan tekan secara perlahan agar air terserap dengan baik. Pada tahap pengeringan, letakkan pakaian secara mendatar (dry flat) di area yang teduh guna mencegah peregangan akibat beban air saat basah.
Proses penyimpanan juga memegang peranan penting dalam menjaga kualitas busana. Pakaian berbahan knit sebaiknya disimpan dengan cara dilipat rapi di dalam lemari ketimbang digantung dengan gantungan baju (hanger), karena bobot pakaian dapat meninggalkan bekas pada area bahu serta membuat ukuran pakaian bertambah panjang secara tidak proporsional.
Terakhir, hindari penggunaan setrika beriklim suhu terlalu tinggi yang berisiko merusak kerapatan serat kain. Bila diperlukan, penggunaan alat pengukus pakaian (steamer) dapat menjadi alternatif yang lebih aman untuk merapikan lipatan tanpa merusak elastisitas bahan knit.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: