OpenAI juga telah meluncurkan ChatGPT Atlas, peramban berbasis AI yang dapat digunakan di perangkat macOS untuk pengalaman kerja yang lebih interaktif.
3. Pengguna Bisa Simpan Riwayat Chat Sebelum Layanan Dihapus
Menjelang penutupan layanan, OpenAI memberikan opsi bagi pengguna untuk mentransfer riwayat percakapan ChatGPT di WhatsApp ke akun ChatGPT resmi mereka.
Prosesnya dilakukan dengan menautkan akun ChatGPT melalui tautan yang terdapat di profil WhatsApp ChatGPT.
Setelah berhasil ditautkan, seluruh obrolan akan tersimpan dan dapat diakses kembali melalui aplikasi atau situs ChatGPT.
OpenAI mengingatkan agar pengguna segera melakukan proses ini sebelum 15 Januari 2026. Setelah tanggal tersebut, riwayat chat ChatGPT WhatsApp tidak akan bisa diselamatkan atau dipulihkan.
4. Meta AI Jadi Satu-satunya Asisten Virtual di WhatsApp
Meta menegaskan bahwa kebijakan baru ini hanya berlaku untuk chatbot AI umum seperti ChatGPT, sementara bot bisnis untuk layanan pelanggan tetap diizinkan.
Menurut Meta, API WhatsApp Business dirancang untuk mendukung interaksi bisnis, bukan sebagai platform untuk distribusi chatbot AI skala besar.
Lonjakan lalu lintas pesan dari chatbot AI dinilai menimbulkan beban tambahan bagi sistem. Karena itu, Meta memutuskan untuk memusatkan dukungan hanya pada Meta AI, yang kini menjadi satu-satunya asisten virtual resmi di WhatsApp.
5. OpenAI Arahkan Pengguna ke Platform Resmi
Setelah penghentian ChatGPT WhatsApp, OpenAI mengimbau pengguna untuk beralih ke aplikasi resmi mereka.ChatGPT masih dapat diakses melalui aplikasi mobile, situs web, maupun browser ChatGPT Atlas, dengan fitur dan kemampuan yang lebih lengkap.
OpenAI juga memastikan akan membantu proses perpindahan agar pengguna tetap bisa melanjutkan pengalaman menggunakan ChatGPT tanpa kehilangan data penting.