Lingkungan dan Sampah Jadi Fokus Sosialisasi Kesehatan Masyarakat di Singarajan
Dokumentasi bersama dengan pemateri, masyarakat dan tim kkm untirta--
INFORADAR.ID - Kegiatan sosialisasi bertema lingkungan dan kesehatan masyarakat digelar di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten, sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Sosialisasi ini mengangkat dua materi utama, yakni Lingkungan sebagai Penentu Kesehatan Masyarakat serta Sampah sebagai Nilai Ekonomis Masyarakat.
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh persoalan lingkungan yang masih kerap ditemui di Desa Singarajan, khususnya penumpukan sampah rumah tangga yang belum dikelola secara optimal.
Sampah yang dibiarkan menumpuk atau dibakar dinilai dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, hingga meningkatnya risiko penyakit di tengah masyarakat.
Sosialisasi dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di Balai Kantor Desa Singarajan. Kegiatan diikuti oleh masyarakat setempat, terutama kepala keluarga, ibu rumah tangga, ibu-ibu kader, serta perangkat desa yang dinilai memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah dan penerapan PHBS di lingkungan keluarga.
Materi pertama disampaikan oleh akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), yakni Dr. Siti Khosiah, M.Pd, Annisa Nur Wahyuningsih, M.Pd, dan Ayu Fajarwati, M.Pd. Dalam pemaparannya, para pemateri menekankan bahwa kondisi lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
Lingkungan yang bersih dan sehat dapat mencegah berbagai penyakit serta meningkatkan kualitas hidup warga.
Dr. Siti Khosiah menjelaskan bahwa penerapan PHBS harus dimulai dari lingkungan keluarga. “Lingkungan yang bersih bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga sangat menentukan kesehatan masyarakat. Kebiasaan kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan rumah bisa memberi dampak besar,” ujarnya.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Haris Jalaludin dari Bank Sampah yang membahas pengelolaan sampah sebagai nilai ekonomis.
Ia menjelaskan bahwa sampah, jika dikelola dengan baik melalui pemilahan dan pengolahan, dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Haris menuturkan bahwa sampah bukan semata-mata limbah, melainkan memiliki potensi untuk menambah penghasilan warga apabila dikelola secara berkelanjutan.
“Selama ini sampah dianggap tidak berguna, padahal jika dipilah dan disalurkan melalui bank sampah, nilainya bisa kembali ke masyarakat,” kata Haris Jalaludin dalam pemaparannya.
Selama kegiatan berlangsung, respons peserta terbilang cukup antusias. Warga aktif mengikuti diskusi dan mengajukan pertanyaan seputar permasalahan sampah di lingkungan mereka.
Ketertarikan peserta terlihat meningkat saat materi mengenai sampah sebagai nilai ekonomis disampaikan, karena memberikan sudut pandang baru bahwa sampah dapat dimanfaatkan, bukan sekadar dibuang.
Meski demikian, tantangan masih dihadapi dalam upaya mengubah kebiasaan masyarakat. Rendahnya kesadaran serta kebiasaan membakar sampah yang telah berlangsung lama menjadi hambatan tersendiri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
