Cantik dengan Rambut Berwarna, dan Risiko Rontok yang Sering Diabaikan
Rambut Diwarnai Memang Cantik, tetapi Beresiko Rontok--
INFORADAR.ID - Kegiatan mewarnai rambut masih menjadi pilihan banyak orang untuk menunjang penampilan. Mulai dari warna cokelat natural hingga warna-warna terang seperti ash, burgundy, atau blonde, rambut berwarna dianggap mampu memberi kesan segar dan meningkatkan rasa percaya diri.
Namun di balik tampilan yang menarik, perawatan rambut diwarnai sering kali belum menjadi perhatian utama, hingga akhirnya muncul keluhan rambut rontok.
Pewarnaan rambut melibatkan proses kimia yang dapat memengaruhi kekuatan batang rambut dan kesehatan kulit kepala. Jika tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat, rambut menjadi lebih rapuh, mudah patah, dan rontok. Kondisi ini kerap dianggap wajar, padahal bisa menjadi tanda rambut mengalami stres berlebihan.
Astrid Thalita, salah satu perempuan yang rutin mewarnai rambutnya, mengaku pernah mengalami fase rambut rontok cukup parah setelah beberapa kali melakukan pewarnaan. Ia menuturkan, awalnya menganggap rontok sebagai hal biasa.
“Waktu rambut mulai sering rontok, aku pikir normal karena habis diwarnain. Tapi lama-lama tiap keramas rambut di tangan banyak banget,” ujarnya.
Astrid mengatakan, kebiasaan menunda perawatan menjadi salah satu kesalahan yang sering dilakukan. Ia mengaku lebih fokus pada hasil warna rambut tanpa memikirkan kondisi kulit kepala. Menurutnya, perawatan setelah pewarnaan justru jauh lebih penting dibanding proses mewarnai itu sendiri.
Ia juga menyadari bahwa pemilihan produk sangat berpengaruh terhadap kesehatan rambut. Astrid menjelaskan bahwa penggunaan sampo biasa setelah pewarnaan membuat rambutnya semakin kering. “Setelah aku ganti ke sampo khusus rambut diwarnai dan mulai rutin pakai hair mask, rontoknya perlahan berkurang,” katanya.
Secara tidak langsung, pengalaman Astrid menggambarkan bahwa rambut rontok akibat pewarnaan sering terjadi karena kurangnya pemahaman tentang perawatan lanjutan. Rambut yang telah terpapar bahan kimia membutuhkan nutrisi ekstra, baik dari produk perawatan maupun dari kebiasaan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan alat styling bersuhu panas.
Selain itu, perawatan kulit kepala atau scalp care juga sering diabaikan. Padahal, kulit kepala yang kering atau iritasi dapat memperparah kerontokan. Astrid mengaku baru menyadari pentingnya merawat kulit kepala setelah mendapatkan saran dari orang terdekat. “Sekarang aku rutin pakai scalp serum, dan itu cukup ngaruh. Rambut jadi lebih kuat,” tuturnya.
Rambut diwarnai memang dapat menunjang penampilan, tetapi risikonya tidak bisa diabaikan. Kerontokan bukan sekadar efek samping biasa, melainkan sinyal bahwa rambut membutuhkan perhatian lebih. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, rambut berwarna tetap bisa sehat, kuat, dan tidak mudah rontok.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
