Disway Award

Banten Kekurangan Ratusan Ribu Ton Ikan per Tahun

Banten Kekurangan Ratusan Ribu Ton Ikan per Tahun

ilustrasi nelatan tengah menangkap ikan di laut -(iStock)-

SERANG, INFORADAR.CO.ID – Sektor perikanan di Provinsi Banten tengah menghadapi persoalan serius. Produksi ikan daerah ini belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, sehingga terjadi kekurangan pasokan dalam jumlah besar.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banten tahun 2025, total produksi perikanan baru mencapai sekitar 190.000 ton per tahun. Jumlah tersebut terdiri atas 75.000 ton dari perikanan tangkap dan 115.000 ton dari sektor budidaya.

Kepala DKP Banten, Agus Supriyadi, menyebut angka tersebut masih jauh dari kebutuhan konsumsi yang diperkirakan mencapai 500.000 ton per tahun. Artinya, terdapat selisih sekitar 310.000 ton yang belum terpenuhi. Ia menilai kondisi ini memerlukan langkah optimalisasi yang serius.

Menurut Agus, defisit sebesar itu cukup ironis mengingat letak geografis Banten yang strategis. Wilayah ini berada di pertemuan tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 712, 573, dan 572, yang seharusnya menjadi potensi besar untuk meningkatkan produksi dan menjadikan Banten sebagai sentra perikanan nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa ketimpangan antara pasokan dan kebutuhan dapat memicu dampak berantai, mulai dari kenaikan harga ikan di pasaran hingga terganggunya program Gemar Makan Ikan di masyarakat. Untuk itu, pada 2026 pihaknya menargetkan berbagai upaya optimalisasi agar defisit tidak semakin melebar.

Strategi Penguatan Produksi dan Budidaya

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah mendorong penerapan program Cara Berbudidaya Ikan yang Baik (CBIB) guna meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil budidaya. Pengawasan terhadap penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan juga diperketat.

Selain itu, DKP Banten memperkuat sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menekan praktik penangkapan ikan ilegal yang merugikan nelayan setempat.

Agus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan organisasi nelayan seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), agar produksi perikanan dapat meningkat secara berkelanjutan melalui koordinasi dan kerja sama yang solid.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: