“Saya sangat berterima kasih dan benar-benar tersentuh dan bangga karya saya bisa menjadi bagian dari budaya luar biasa seperti Pacu Jalur dari Indonesia,” ucap Melly Mike di akun TikTok pribadinya.
Ia juga menyebut video penari cilik di ujung perahu sebagai “salah satu video paling powerful yang pernah saya lihat di internet tahun ini.”
BACA JUGA:Dari Patah Hati ke Puncak Prestasi: Kisah MP Peserta Clash of Champion Season 2
BACA JUGA:Rekomendasi Wisata Banten Dari Keindahan Alam Hingga Budaya Banten Wajib Dikunjungi
Pemerintah daerah Riau menyambut baik fenomena ini. Mereka melihat ini sebagai peluang strategis untuk mengenalkan budaya Pacu Jalur ke tingkat internasional secara organik.
Budaya Riau kini tidak lagi hanya festival lokal, tetapi telah menjadi inspirasi lintas negara. Pacu Jalur berubah dari tradisi sungai menjadi identitas digital.
Dampaknya pun terasa. Wisatawan mulai berdatangan ke Riau, tertarik menyaksikan langsung tradisi yang viral tersebut. Industri kreatif lokal, seperti pembuat merchandise dan produk budaya, ikut terdongkrak.
Konten kreator lokal Riau juga ikut panen sorotan. Banyak yang mendapatkan eksposur global dan kesempatan kolaborasi dengan kreator luar negeri.
Media internasional mulai meliput. Outlet berita dari berbagai negara menyoroti fenomena Pacu Jalur sebagai bukti bahwa budaya Indonesia bisa viral tanpa perlu didesain oleh lembaga besar.
BACA JUGA:Ketika Soekarno Mengangkat Titiek Puspa sebagai Simbol Budaya di Tengah Invasi The Beatles
BACA JUGA:Berikut Fakta Manfaat Matcha, Minuman Kekinian Trend 2025
Namun, di tengah euforia, muncul pula ajakan refleksi. Banyak pihak mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai asli Pacu Jalur, agar budaya ini tidak sekadar jadi bahan hiburan yang kehilangan maknanya.
Fenomena ini membuktikan satu hal: media sosial bisa menjadi jembatan antara tradisi dan dunia. Dengan kreativitas dan cinta budaya, Riau telah menunjukan bahwa lokal bisa mendunia.