Keutamaan Makan Kurma dalam Jumlah Ganjil Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Minggu 09-03-2025,19:38 WIB
Reporter : Ghina Aulia Az-Zahra
Editor : Haidaroh

Dari hadis-hadis ini, dapat disimpulkan bahwa kurma bukan sekadar makanan biasa, melainkan memiliki nilai perlindungan secara spiritual dan kesehatan.

Sunnah Mengonsumsi Kurma saat Sahur dan Berbuka Puasa

Selain sebagai makanan sehari-hari, kurma juga menjadi bagian dari sunnah Rasulullah SAW saat berbuka puasa dan sahur. Beliau bersabda:

"Sebaik-baik makanan untuk sahur seorang mukmin adalah kurma." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

Demikian pula ketika berbuka puasa, Rasulullah SAW selalu mendahulukan kurma sebelum mengonsumsi makanan lain. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik:

"Rasulullah SAQ biasa berbuka dengan beberapa butir kurma sebelum salat. Jika tidak ada kurma, maka beliau berbuka dengan air." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa kurma adalah makanan yang memiliki manfaat cepat dalam mengembalikan energi setelah berpuasa, sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

BACA JUGA:Syarat dan Ketentuan Program Mudik Gratis KAI 2025: Panduan Lengkap bagi Pemudik

BACA JUGA:Anti Kudet! Ini 5 Trik Ampuh agar Cepat Punya Teman di Kampus Bagi Mahasiswa Baru

Makna di Balik Konsumsi Kurma dalam Jumlah Ganjil

1. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW

Mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW dalam hal apapun, termasuk dalam pola makan, adalah bentuk cinta dan penghormatan terhadap beliau. 

Mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil merupakan praktik yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Keistimewaan Angka Ganjil dalam Islam

Dalam ajaran Islam, angka ganjil memiliki makna khusus. Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai yang ganjil." (HR. Muslim)

Kategori :