Saat Sentuhan Mengalahkan Waktu, Selamanya Muda Dalam Dirimu
Ilustrasi Cerpen karya Ahmad Sihabudin-Ilustrasi by AI-
Di sebuah kota kecil nan tua bernama Sintang Wetan, hidup seorang pria berusia 60 tahun-an, bernama Arsa Wijatmiko. Tubuhnya tidak lagi sekuat dulu, lututnya terkadang protes, tapi tatapan matanya masih memiliki cahaya yang sama seperti ketika ia berusia dua puluh lima. Cahaya yang membuat orang selalu bertanya-tanya:
“Apa sebenarnya rahasia pria ini? Mengapa ia tak terlihat lelah menghadapi hidup?”
Arsa tinggal sendirian di rumah kayu sederhana yang menghadap ke taman kota. Setiap pagi, sebelum membuka toko antiknya, ia melakukan ritual sederhana: menyalakan piringan hitam kesayangannya, memutar lagu Forever Young, dan menyeduh kopi hitam yang aromanya kuat seperti masa mudanya yang tak pernah benar-benar hilang.
Suara jarum menyentuh piringan selalu membuat dadanya bergetar.
“May your hands always be busy
May your feet always be swift…”
Lagu itu seperti doa yang ia tujukan kepada dirinya sendiri.
Bukan doa agar tetap muda secara fisik, tapi agar jiwanya tak pernah menyerah.
Karena Arsa percaya satu hal:
Tua itu pasti. Mati itu pasti.
Tapi menyerah adalah pilihan.
Dan ia memilih untuk tidak menyerah.
Apa pun yang terjadi.
*******
Kedatangan dari Masa Lalu
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: