Disway Award

Filosofi Teras: Buku Stoisisme yang Mengajak Pembaca Berdamai dengan Pikiran dan Emosi

Filosofi Teras: Buku Stoisisme yang Mengajak Pembaca Berdamai dengan Pikiran dan Emosi

Filosofi Teras: Buku Stoisisme yang Mengajak Pembaca Berdamai dengan Pikiran dan Emosi--

INFORADAR.ID - Buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring menjad salah satu bacaan populer yang memperkenalkan filsafat Stoisisme dengan bahasa ringan dan kontekstual bagi pembaca Indonesia.

Diterbitkan oleh Kompas pada 2018, buku setebal 298 halaman ini mengajak pembaca memahami cara berpikir yang lebih sehat dalam menghadapi berbagai persoalan hidup Istilah “teras” dalam judul buku ini merujuk pada kata Stoa, sebuah aliran filsafat Yunani Kuno yang menekankan pengendalian diri, ketenangan batin, serta kemampuan membedakan hal-hal yang bisa dan tidak bisa dikendalikan.

Konsep inilah yang kemudian dikemas penulis secara sederhana dan aplikatif dalam kehidupan modern.

Melalui buku ini, Henry Manampiring menekankan bahwa sumber utama kegelisahan manusia bukanlah peristiwa eksternal seperti pekerjaan, relasi, atau studi, melainkan persepsi seseoran terhadap peristiwa tersebut.

Stoisisme mengajarkan adanya dikotomi kendali, yakni fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali diri dan melepaskan kekhawatiran atas hal-hal di luar kendali.

Selain itu, pembaca juga diperkenalkan dengan metode praktis seperti konsep S-T-A-R yang dapat diterapkan untuk mengelola emosi dan respons terhadap situasi sulit. Setiap bab dilengkapi dengan rangkuman, sehingga memudahkan pembaca memahami inti pembahasan tanpa merasa terbebani.

Buku ini dinilai relevan bagi kalangan yang kerap mengalami overthinking dan mudah terbawa perasaan. Dengan pendekatan yang santai, diselingi humor, serta contoh-contoh keseharian, Filosofi Teras mematahkan anggapan bahwa buku filsafat selalu rumit dan sulit dipahami.

Menariknya, penulis juga menyinggung keselarasan ajaran Stoisisme dengan nilai-nilai dalam berbagai ajaran lain, termasuk agama. Nilai seperti kesabaran, berbuat baik tanpa pamrih, dan keteguhan menghadapi perlakuan tidak menyenangkan dinilai sejalan dengan teladan Nabi Muhammad saw.

Tak hanya berisi pemikiran penulis, Filosofi Teras juga memuat hasil wawancar dengan para praktisi dan ahli Stoisisme, memberikan sudut pandang yang lebih luas mengenai penerapan filsafat ini dalam kehidupan nyata.

Dengan narasi yang mengalir dan pembahasan yang relevan dengan problem masyarakat modern, Filosofi Teras layak menjadi bacaan reflektif bagi siapa saja yang ingin hidup lebih tenang, rasional, dan berdamai dengan keadaan.

 

Fikri Habib Hassar Maldya Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mathla’ul Anwar

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: