Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Kisah Hidup, Harapan, dan Kesadaran Kesehatan Mental
buku seporsi mie ayam sebelum mati --
INFORADAR.ID — Buku berjudu Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pembaca Indonesia dan kini telah meraih perhatian internasional setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang.
Buku yang diterbitkan oleh Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo) ini mengangkat tema kesehatan mental dengan cara yang ringan namun mendalam. Ceritanya berkisah tentang Ale, seorang pria 37 tahun yang hidup dalam kesendirian dan tekanan sosial hingga ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun ada satu hal sederhana yang ingin ia lakukan sebelum mati: makan seporsi mie ayam favoritnya.
Perjalanan Ale bukan sekadar tentang keputusasaan — melalui upaya mencari seporsi mie ayam itu, pembaca diajak menyelami konflik batin, pengalaman sosial, dan refleksi tentang apa arti kehidupan yang sesungguhnya. Kisah ini menyentuh banyak pembaca karena menyajikan persoalan mental health yang sering dialami banyak orang, tetapi jarang diungkap secar terbuka.
Menurut beberapa ulasan, novel ini dikemas dengan narasi yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami dan dirasakan oleh berbagai kalangan pembaca, termasuk generasi muda. Buku ini telah menjadi bestseller dan terus dicari di berbagai toko buku.
Tak hanya populer di Indonesia, novel ini kini merambah pasar internasional melalui versi terjemahan Jepang. Langkah ini memperluas jangkauan pesan buku tentang pentingnya memahami dan menghargai kesehatan mental di masyarakat global.
Banyak pembaca merasakan bahwa karya ini bukan sekadar fiksi biasa, tetapi juga bentuk empati terhadap mereka yang pernah atau tengah menjalani masa sulit. Cerita Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati membuktikan bahwa hal-hal sederhana dalam hidup pun bisa menjadi alasan kuat untuk terus bertahan.
Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati kini tersedia di berbagai toko buku online dan offline. Bagi kamu yang ingin memahami lebih jauh tentang perjuangan hidup, harapan, dan arti sederhana kehidupan, karya ini bisa menjadi bacaan inspiratif yang sayang untuk dilewatka.
Fikri Habib Hassar Maldya Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mathla’ul Anwar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
