13 Prajurit TNI Terlibat Selingkuh dengan Satu Ibu Persit: Fakta Mengejutkan di Baliknya
Skandal istri TNI selingkuhi 13 Prajurit-pintrest.com-
INFORADAR.ID - Sebuah skandal mencengangkan mengguncang dunia militer Indonesia ketika seorang ibu Persit berusia 26 tahun diduga menjalin hubungan gelap dengan 13 prajurit TNI sekaligus di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Papua.
Kasus ini meledak di media sosial setelah suaminya, Sertu A dari Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili (WMS), mengajukan pengaduan resmi pada 17 Februari 2026, mengungkap perselingkuhan yang terjadi bahkan di rumah dinas mereka sendiri. Kini, sembilan prajurit telah mengaku, dengan pengakuan yang mengejutkan bahwa sang istri justru yang paling agresif dalam memulai hubungan tersebut.
Awal Mula Skandal yang Menggemparkan
Semuanya bermula dari kecurigaan Sertu A terhadap istrinya, berinisial FSN, yang perilakunya berubah mencurigakan belakangan ini. Dengan membuat surat pengaduan bermaterai, ia melaporkan ke atasan di Markas Yonif 756/WMS, Wamena.
Pemeriksaan awal mengungkap bahwa FSN mulai menjalin kontak dengan para prajurit melalui TikTok sejak akhir 2025, dan hubungan cepat berkembang menjadi intim—bahkan hingga tujuh kali dengan satu prajurit saja. Ironisnya, beberapa pertemuan dilakukan di rumah dinas Sertu A saat ia bertugas, menambah lapisan dramatis pada kisah ini.
Pengakuan Prajurit: Siapa yang Memulai?
Dari 13 prajurit yang disebut terlibat, sembilan telah mengakui perbuatan mereka di hadapan Pomdam XVII/Cenderawasih. Pengakuan mereka seragam: FSN-lah yang paling proaktif, mulai dari like dan chat di TikTok, ajakan dari senior, hingga godaan langsung untuk berhubungan badan.
Prada Muhammad Aldi Rumbati: Berkenalan via TikTok Oktober 2025, berhubungan 7 kali setelah diajak ke kos-kosan. Prada Nahusni Hidayah: Diajak setelah minum alkohol bersama di kos, mengaku tergoda. Prajurit lain: Beberapa lajang, satu sudah menikah; hubungan sering dipicu alkohol atau ajakan langsung. FSN diperiksa sebagai saksi utama, tapi detail pengakuannya belum dirilis secara publik.
Respons Kodam dan Proses Hukum Kodam XVII/Cenderawasih langsung bertindak cepat.
Kapen Letkol Inf Tri Purwanto menegaskan kasus sudah masuk penyidikan resmi Pomdam, dengan pendalaman terhadap semua tersangka. "Proses hukum internal TNI AD akan ditegakkan secara transparan dan adil," ujarnya, menekankan komitmen menjaga disiplin prajurit.
Kasus ini juga menjadi viral di YouTube dan Instagram, memicu diskusi luas tentang moralitas di lingkungan militer. Dampak dan Pelajaran Berharga Skandal ini bukan hanya soal perselingkuhan, tapi juga pelanggaran kode etik TNI yang bisa berujung hukuman berat, mulai sidang kode kehormatan hingga pemecatan.
Bagi masyarakat, kisah ini mengingatkan pentingnya komunikasi dalam rumah tangga, terutama di lingkungan militer yang penuh tekanan. Hingga kini, penyidikan berlanjut, dan publik menanti vonis akhir yang bisa mengubah karier para terlibat.
Hernanda Wijaya, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mathla'ul Anwar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
