Disway Award

Di Tengah Kesibukan, Anak Muda Temukan Ketenangan Lewat Memanah

Di Tengah Kesibukan, Anak Muda Temukan Ketenangan Lewat Memanah

Seorang mahasiswa sedang membidik sasaran --

INFORADAR.ID - ‎Memanah menjadi salah satu hobi yang mulai digemari generasi Z. Olahraga ini dinilai cocok bagi anak muda yang ingin menyalurkan aktivitas positif sekaligus melatih fokus dan ketenangan.

‎Memanah tidak hanya soal membidik sasaran, tetapi juga mengatur napas, emosi, serta ketepatan gerak. Nilai-nilai itulah yang membuat hobi ini kian diminati generasi Z, khususnya mahasiswa yang ingin menyeimbangkan kehidupan akademik dengan kegiatan positif di luar kampus.

‎Salah satu penggemar hobi memanah adalah Siti Nurhaliza, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Banten. Ketertarikannya pada olahraga panah bermula sejak ia menempuh pendidikan di pondok pesantren. Saat itu, memanah menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang rutin diikuti.

‎“Dari pondok memang sudah dikenalkan memanah, awalnya sekadar ikut-ikutan. Lama-lama malah jadi suka karena saya suka tantangan aja gitu,” ujar Siti saat diwawancarai.

‎Menurutnya, memanah menjadi ruang jeda dari kesibukan kuliah yang padat. Setiap kali latihan, ia merasa pikirannya lebih tertata dan emosinya lebih stabil. Kebiasaan itu pun terus berlanjut hingga kini, meski sudah tidak lagi mondok.

‎Saat ini, Siti rutin berlatih memanah di Elite Park yang berlokasi di Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang. Tempat tersebut menjadi salah satu arena latihan yang cukup diminati karena suasananya terbuka dan mendukung latihan konsentrasi.

‎“Kalau lagi sempat, saya latihan di Elite Park Waringinkurung. Tempatnya enak, nggak terlalu ramai, jadi bisa fokus ke teknik dan pernapasan,” katanya.

‎Lebih dari sekadar olahraga, memanah juga membentuk karakter. Siti menilai hobi ini mengajarkannya untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Setiap anak panah yang dilepaskan harus melalui proses persiapan yang matang, mulai dari posisi tubuh hingga ketenangan batin.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa hobi memanah cukup membantu dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tekanan akademik. “Kalau lagi banyak tugas atau capek, memanah itu kayahealing versi aku. Capek fisik, tapi hati jadi lebih tenang,” tuturnya.

‎Fenomena ini menunjukkan bahwa generasi Z tidak melulu terpaku pada hobi berbasis gawai. Di tengah dominasi media sosial dan dunia digital, muncul kecenderungan anak muda untuk kembali pada aktivitas yang melatih kesabaran, fokus, dan keseimbangan mental.

‎Hobi memanah pun kini tidak lagi dianggap sebagai olahraga kuno, melainkan gaya hidup alternatif yang relevan dengan kebutuhan generasi muda masa kini. Selain menyehatkan tubuh, memanah juga memberi ruang refleksi di tengah ritme hidup yang semakin cepat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: