Tradisi Ziarah Kubur Sebelum Ramadan: Makna dan Kebiasaan Umat Islam

Ilustrasi ziarah-Pinterest/portalmadura-
INFORADAR.ID - Ziarah kubur sehari sebelum Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam di berbagai daerah memiliki tradisi untuk berziarah ke makam keluarga atau kerabat yang telah meninggal dunia.
Tradisi Ziarah kubur ini dilakukan dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berpulang serta sebagai pengingat kehidupan setelah mati.
Dalam postingan yang dibagikan melalui akun Instagram habib Ja'far @husein_hadar yang juga membahasa mengenai ziarah sebelum Ramadhan.
Ia mengatakan bahwa ziarah sebelum Ramadhan agar inget mati, sehingga menjalani Ramadhan dengan penuh makna karena kita merasa seolah-olah ini Ramdan terakhir kita.
BACA JUGA: 4 Tips agar Tetap Konsisten Baca Al-Quran dengan One Day One Juz di Bulan Ramadhan
BACA JUGA: Kamu Ingin Jadi Mahasiswa Berprestasi? Yuk Simak Tips dan Triknya!
Habis Husein Ja'far Al Hadar saar melakukan ziara sebelum Ramadhan -Instagram/husein_hadar-
Bagi banyak umat Islam, momen ziarah kubur menjadi kesempatan untuk merenungkan dan mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah.
Dengan berziarah, seseorang diingatkan akan kefanaan dunia serta pentingnya memanfaatkan waktu yang tersisa untuk berbuat kebaikan dan memperbanyak ibadah.
Selain itu, berziarah juga menjadi salah satu wujud bakti kepada orang tua dan leluhur yang telah tiada, dengan mendoakan mereka agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Di berbagai daerah, tradisi ziarah ini sering dilakukan secara bersama-sama oleh anggota keluarga besar. Mereka datang ke pemakaman dengan membawa bunga, udara, atau bahkan makanan untuk didoakan sebelum diumumkan kepada fakir miskin atau tetangga sekitar.
Beberapa orang juga membersihkan makam, mencabut rumput pembohong, atau memperbaiki nisan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang telah pergi.
Setelah ziarah selesai, biasanya keluarga berkumpul untuk berbincang dan mengenang kenangan bersama almarhum, menjadikan momen ini tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: