Pelajari 5 Jenis Motivasi untuk Semangat Belajar

Pelajari 5 Jenis Motivasi untuk Semangat Belajar

ilustrasi motivasi belajar--Freepik @creativeart

INFORADAR.ID - Motivasi Pada dasarnya, belajar tidak terbatas di sekolah. belajar bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Bahkan dalam kehidupan kita, belajar identik dengan pembelajaran karena sifatnya yang abadi.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ketika kita mendengar kata belajar, otak kita langsung teringat dengan sekolah. Hal ini dikarenakan sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, merupakan sumber utama untuk belajar dan mendapatkan motivasi.

Yang kita butuhkan hanyalah motivasi yang kuat untuk belajar, bahkan hal-hal kecil seperti belajar membuka botol atau memakai baju tanpa kita sadari sebenarnya adalah sebuah proses belajar.

Motivasi belajar adalah keinginan yang muncul dalam diri pelajar dan mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Adanya Motivasi belajar menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga objek belajar dapat mencapai tujuannya. 

Motivasi belajar dan belajar saling berkaitan. Motivasi belajar merupakan motor penggerak utama dalam kegiatan belajar, tanpa adanya motivasi, maka tidak akan terjadi belajar

1. Ekstrinsik

Jenis motivasi ini membutuhkan kontrol eksternal yang paling banyak: seseorang harus "disuap" untuk belajar agar termotivasi untuk belajar. Motivasi ini memiliki tingkat otonomi yang paling rendah.

BACA JUGA:Rekomendasi Channel YouTube untuk Belajar Bahasa Inggris Agar Makin Seru

Contoh dari motivasi ekstrinsik adalah "Saya ingin belajar karena orang tua saya memberikan uang". Pendorong utama dari motivasi ekstrinsik ini adalah imbalan ekstrinsik.

2. Motivasi intrinsik

Pada tingkat ini, alasan untuk belajar bukan karena diri sendiri tetapi karena orang lain. Oleh karena itu, masih membutuhkan kontrol eksternal, meskipun tidak sebanyak motivasi ekstrinsik. Muncul beberapa tingkat otonomi.

Contoh motivasi jenis ini: 'Saya belajar untuk orang tua saya, jika saya menyelesaikan sekolah dan masuk ke universitas impian saya, mereka akan bangga pada saya'. Termotivasi oleh rasa takut untuk membalas budi dan mengecewakan orang tua.

3. Identifikasi

Pada tingkat ini, mereka sudah menyadari bahwa apa yang mereka pelajari berhubungan langsung dengan prestasi mereka di sekolah. Tentu saja, mereka juga sudah termotivasi untuk belajar demi kepentingannya sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: