Nilainya Rp 50 Miliar, Kain Tenun Baduy Tembus Pasar China

Nilainya Rp 50 Miliar, Kain Tenun Baduy Tembus Pasar China

Inilah kain tenun Baduy yang dipamerkan di salah satu event Trade Expo di ICE BSD beberapa waktu lalu. Foto: Disperindag Provinsi Banten/Ist -----

INFORADAR.ID --- Ini kabar gembira buat produk tenun Baduy. Hasil kerajinan tangan tersebut tembus pasar China. Tak tanggung-tanggung, dalam waktu dekat ini bakal dilakukan ekspor sebanyak 50 ribu kain dengan nilai Rp 50 miliar.

Diketahui, suku adat Baduy masuk dalam wilayah administrasi Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Jarak dari Kota Serang, ibukota Provinsi Banten sekitar 82 kilometer. Dapat ditempuh sekitar 2 - 3 jam dengan kendaraan. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Banten Babar Suharso mengatakan bahwa ekspor ini akan dilakukan oleh warga Baduy melalui Galeri Shagira Fashion di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. 


Kepala Disperindag Provinsi Banten Babar Suharso. Foto: Dok. Disperindag Provinsi Banten/Ist -----

Babar menceriterakan, kain tenun Baduy ini dapat menembus pasar manca negara ini berkat hasil dari acara Trade Expo yang digelar di ICE BSD Tanggerang beberapa waktu yang lalu. 

Dimana Disperindag Provinsi Banten menjadi salah satu peserta. Dan, salah satu yang dipamerkan adalah kain tenun Baduy.

"Jadi yang memamerkan kain tenun Baduy itu dari galeri Shagira Lebak. Jadi yang melakukan MoU itu antara Shagira dengan pembeli dari Tiongkok (China--Red). Dalam MoU tersebut disepakati total jumlah kain yang akan diekspor sebanyak 50 ribu kain," kata Babar, Selasa, 31 Oktober 2023.

Kemudian, lanjut Babar, kabar itu dikomunikasikan dengan warga Baduy. "Alhamdulillah warga Baduy telah menyanggupi MoU tersebut dengan akan membuat secara langsung menggunakan jari-jemari mereka sebanyak 50 ribu kain tenun itu. Adapun nilai nominal dari order awal ini mencapai Rp50 miliar," kata Babar.

BAHAN BAKU 

Menurut Babar, meskipun secara SDM para pengrajin siap, terdapat tantangan lain dalam memenuhi permintaan pembeli Tiongkok itu yakni bahan baku. Untuk itu, Pemprov Banten akan siap memfasilitasi dan mensupport warga Baduy dalam memenuhi permintaan buyer itu.

"Insyaallah Pemprov Banten akan support bahan baku, karena kalau ada permintaan ekspor itu kita harus siap bahan baku dan SDM," kata dia. 

Namun, belum ada rincian, 50 ribu kain itu terdiri dari apa saja. Apakah kain untuk bahan baju, selendang, celana atau lainnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: