Pecah Rekor, Hingga 2023 Penyaluran KUR BRI Tembus Rp1.000 Triliun Lebih

Pecah Rekor, Hingga 2023 Penyaluran KUR BRI Tembus Rp1.000 Triliun Lebih

Direktur Utama Bank BRI Sunarso-website resmi bank BRI-

INFORADAR.ID - Bank BRI terus membuka keran Kredit Usaha Rakyat (KUR) milik mereka secara deras.

Diketahui, memasuki tahun 2023, BRI telah menggelontorkan Rp 1.000 triliun lebih dana KUR atau tepatnya Rp1.015.000.000.000,54, kepada seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) se-Indonesia.

Angka ini diakui BRI sebagai yang pertama kalinya dicapai BRI alias pecah rekor dalam hal penyaluran KUR.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan, hingga akhir Triwulan II 2023 BRI berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp1.202,13 triliun dengan penopang utama pertumbuhan yakni pada segmen mikro yang tumbuh 11,41% menjadi Rp577,94 triliun. 

Dengan demikian, porsi kredit mikro telah mencapai 48,08% terhadap total penyaluran kredit BRI.

Penyaluran kredit mikro yang tumbuh double digit membuat proporsi kredit UMKM BRI juga terus meningkat. Hingga akhir Triwulan II 2023, sebesar 84,48% dari total kredit BRI atau senilai Rp1.015,54 triliun merupakan kredit yang disalurkan kepada segmen UMKM.

“Hal ini menjadi pertama kalinya kredit UMKM BRI menembus di atas Rp1.000 triliun, dan BRI berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi kredit UMKM mencapai 85% di tahun 2024”," ujar Sunarso dilansir website resmi Bank BRI, Rabu 13 September 2023.

BACA JUGA:KUR BRI 2023 Khusus UMKM Bisa Cair Rp50 Juta, Berikut Syarat dan Simulasi Cicilannya

Menurut Sinarso, khusus untuk perkembangan Holding Ultra Mikro (UMi), hingga akhir Triwulan II 2023 Holding UMi telah berhasil mengintegrasikan lebih dari 36 juta nasabah pinjaman dan 162 juta nasabah simpanan mikro dengan didukung 1.013 unit kantor co-location SENYUM (Sentra Layanan Ultra Mikro).

Kemampuan BRI menyalurkan kredit juga diimbangi oleh Perseroan dengan menjaga kualitas kredit yang disalurkan.

NPL BRI pada akhir Triwulan II 2023 tercatat sebesar 2,95% atau membaik apabila dibandingkan dengan NPL pada Triwulan II 2022 sebesar 3,26%. Hal ini membuat Credit Cost BRI menurun, dari semulai 3,11% pada Triwulan II 2022 menjadi 2,26% pada Triwulan II 2023.

“Keberhasilan BRI me-manage NPL juga diimbangi dengan pencadangan yang memadai, dimana hingga akhir Triwulan II 2023 tercatat NPL Coverage BRI sebesar 248,54%”, tambah Sunarso.(*)

BACA JUGA:Penggunaan KUR BRI 2023 Sampai dengan Rp50 juta Tanpa agunan, Ini syaratnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: