Yuk, Kita Jelajahi Indahnya Hutan Mangrove Desa Muara, Teluknaga Kabupaten Tangerang

Yuk, Kita Jelajahi Indahnya Hutan Mangrove Desa Muara, Teluknaga Kabupaten Tangerang

TANGERANG, INFORADAR.ID - Objek wisata di Kabupaten Tangerang tak kalah menarik dengan daerah lain. Seperti wisata alam yang kaya tergambar dari adanya objek wisata pantai, wisata hutan, wisata kuliner, dan berbagai wisata modern bisa kamu ditemukan di Kabupaten Tangerang. 

Mungkin kamu tidak asing dengan objek wisata pantai Tanjung Pasir dan Tanjung Kait. Nah, tidak jauh dari lokasi itu terdapat wisata hutan mangrove.

Daerah pesisir Kabupaten Tangerang tepatnya di Desa Muara Kecamatan Teluk Naga, banyak ditumbuhi oleh pepohonan mangrove. Lokasi hutan mangrove berdekatan dengan lokasi pembangunan PIK 2, berdekatan pula dengan Pantai Utara Jakarta.

Dibandingkan dengan wisata-wisata pantai di sekitar Tangerang lainnya, wisata hutan mangrove ini masih terbilang nyaman untuk  wisatawan. Padal objek wisata mangrove merupakan tempat edukasi untuk lebih mengenal ekosistem perairan dan untuk mengenal lebih jauh terkait manfaat mangrove bagi pesisir pantai dan mahluk yang hidup di dalamnya.

H.Yatno yang juga ketua lembaga masyarakat desa Hutan Mina Berdikari memberikan rekomendasi untuk tempat ini sangat cocok dijadikan destinasi berlibur yang penuh dengan edukasi dan rekreatif bersama keluarga, teman atau pun pasangan. 

Menurutnya, konservasi bahwa hutan mangrove adalah sebuah ekosistem hutan daerah pantai yang terdiri dari kelompok pepohonan yang bisa hidup dalam lingkungan berkadar garam tinggi. "Salah satu ciri tanaman mangrove memiliki akar yang menyembul ke permukaan," katanya, Selasa 14 Juni 2022.

Destinasi indahnya hutan ini dipenuhi berbagai macam tanaman bakau atau  mangrove. Mulai dari ukuran tanaman yang besar sampai yang baru ditanam. 


--

"Juga kita bisa berkeliling menikmati naturalnya sungai kurus yang dihiasi destinasi pesona indahnya sungai dan mangrove yang sarat vegetasi sungai dan pantai yang dihuni biota hewan secara alami," pungkas Yatno.

Sementara, salah satu penjaga Hutan Mangrove Samarudin mengungkapkan,

tanaman di hutan mangrove ini banyak sekali ukurannya.  Dari yang besar sampai yang baru ditanam beberapa bulan yang lalu

"Namun, sayangnya akses menuju tempat ini melewati jalan yang tidak terlalu lebar. Selain itu terdapat beberapa jalanan yang berlubang dibeberapa titik," tukasnya.


--

Dinda (28), salah satu pengunjung asal Desa Salembaran menambahkan, walaupun akses jalannya tidak terlalu besar dan berlubang, tapi karena sudah sampai sini dia tak menyesal, karena tempatnya memang indah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: