Artis Bernama Kepala Daerah
Ahmad Sihabudin, Dosen Komunikasi Lintas Budaya, FISIP, Untirta-Ilustrasi by AI-
Tentu ini hanya bercanda. Mudah-mudahan.
Namun justru karena manusia memiliki kelemahan itu, maka kerendahan hati menjadi kualitas yang sangat mahal. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar kebutuhan akan kerendahan hati.
Semakin besar sorak-sorai yang diterimanya, semakin penting ia menjaga jarak dengan rasa bangga yang berlebihan.
Karena sesungguhnya rakyat tidak membutuhkan kepala daerah yang merasa seperti raja. Rakyat membutuhkan kepala daerah yang bekerja seperti pelayan. Tidak peduli apakah namanya diteriakkan ribuan orang atau tidak. Tidak peduli apakah wajahnya viral atau tidak. Tidak peduli apakah swafotonya diburu masyarakat atau tidak.
Sebab pada akhirnya, jalan yang mulus lebih berguna daripada seribu baliho. Jembatan yang kokoh lebih berharga daripada sejuta pengikut media sosial. Saluran irigasi yang mengalir lebih bermakna daripada tepuk tangan yang bergemuruh.
Maka kepada para kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, nikmatilah pujian rakyat secukupnya. Terimalah dengan senyum dan rasa syukur.
Tetapi jangan pernah lupa bahwa yang membuat rakyat bersorak bukanlah karena Anda seorang selebritas.
Mereka bersorak karena berharap Anda tetap bekerja. Dan sejarah menunjukkan, rakyat selalu lebih setia kepada hasil kerja daripada kepada popularitas.
Karena artis bisa berganti setiap musim. Tetapi jalan yang baik bisa dinikmati hingga puluhan tahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: