Saat Sentuhan Mengalahkan Waktu, Selamanya Muda Dalam Dirimu

Saat Sentuhan Mengalahkan Waktu, Selamanya Muda Dalam Dirimu

Ilustrasi Cerpen karya Ahmad Sihabudin-Ilustrasi by AI-

Ia memandang wanita itu, lama sekali, seolah ingin memastikan kata-kata yang keluar benar-benar milik hatinya.

“Aku tidak tahu cara berhenti mencintaimu,” katanya akhirnya.

“Bahkan ketika aku sudah mencoba.”

Sasmita menunduk. Bahunya sedikit gemetar.

“Aku menyesal pernah pergi,” katanya.

“Aku takut masa depan bersamamu tidak aman. Tapi sekarang aku mengerti… tidak ada yang aman di dunia ini. Yang ada hanya siapa yang bersedia berjalan bersama.”

Arsa mendekatinya. Ia memegang tangan Sasmita, perlahan, hati-hati, seolah memegang sesuatu yang mudah retak.

“Sasmita,” katanya, “bolehkah aku mencintaimu lagi… kali ini tanpa terburu-buru, tanpa berharap kita kembali ke masa lalu?”

Sasmita mengangguk dengan mata yang berkaca.

“Kau boleh mencintaiku…

dan aku ingin mencintaimu juga.”

Mereka berpelukan.

Pelukan yang tidak penuh nafsu, tidak penuh ambisi, tidak seperti roman remaja yang belum matang.

Ini adalah pelukan dua jiwa yang sama-sama lelah, ditemukan oleh cinta yang tertunda tapi tidak mati.

***********

Menjadi Muda Untuk Kedua Kalinya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: