Disway Award

Disperindag Banten Turun Tangan atasi Peredaran Beras Oplosan

Disperindag Banten Turun Tangan atasi Peredaran Beras Oplosan

Ilustrasi: Stok beras di Lebak dan Pandeglang aman hingga 2026-Dok. Istimewa-

Beras tersebut dicampur karena tidak memenuhi standar kualitas dan takaran yang ditentukan.

Kementan RI mencurigai bahwa beras berkemasan premium dari beberapa perusahaan memang sengaja dicampur dengan beras curah demi meningkatkan keuntungan.

Setidaknya, ada 212 merek beras yang telah dicatat oleh Kementan RI. Dari jumlah tersebut, informasi tentang 10 perusahaan telah diungkap dan mereka telah dipanggil oleh Bareskrim Polri.

Yang mengecewakan, beberapa dari 10 merek itu sudah beredar secara bebas di pasaran selama beberapa tahun. 

BACA JUGA:4 Film Horor 2025 Paling Gila yang Siap Ganggu Tidurmu

BACA JUGA:6 Tokoh Menarik dalam The Fantastic Four First Steps, Siapa Paling Bikin Penasaran?

Salah satu contohnya adalah merek dari Wilmar Group, seperti Sania, Sovia, Fortune, dan Siip.

“Beras merek-merek itu memang sudah lama beredar di pasaran. Namun untuk memastikannya, kita perlu uji lab terlebih dahulu.” Kata Dede.

Dede juga menganjurkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan cermat dalam membeli beras.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: