5 Manfaat Digital Detox untuk Anak Muda, Bye-bye Doomscrolling dan FOMO!

Kamis 13-08-2026,16:03 WIB
Reporter : Lydia Khaerani
Editor : Haidaroh

Menurut Best in Nature, mengurangi penggunaan media sosial dapat berkaitan dengan penurunan stres dan kecemasan. Meski demikian, digital detox bukan pengganti bantuan profesional jika seseorang mengalami masalah kesehatan mental yang serius.

BACA JUGA:Kekuatan 7 Detik Pertama: Penentu Kesan Pertama yang Membekas di Dunia Profesional

BACA JUGA:Fenomena 'Sandwich Leader': Mengurai Beban Psikologis Manajer Menengah di Dunia Kerja

5. Bikin interaksi langsung lebih berkualitas

Saat terlalu sibuk dengan ponsel, seseorang bisa berada di tengah orang lain tetapi tidak benar-benar hadir dalam percakapan. Jeda dari media sosial dapat membuat perhatian lebih banyak tertuju pada orang-orang di sekitar.

Bertemu langsung dengan teman atau keluarga juga memberikan kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih nyata. Percakapan tatap muka memungkinkan seseorang membaca ekspresi, berbagi pengalaman, dan mempererat hubungan dengan cara yang tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh media sosial.

Digital detox pun tidak harus berarti menghilangkan media sosial selamanya. Anak muda bisa memulainya dengan membatasi waktu penggunaan, mematikan notifikasi yang tidak penting, atau menentukan waktu tertentu tanpa ponsel.

Pada akhirnya, tujuan digital detox bukan menjadikan seseorang anti-media sosial. Justru, kebiasaan ini dapat membantu menggunakan teknologi secara lebih sadar, sehingga ponsel tetap menjadi alat yang bermanfaat tanpa mengambil alih seluruh waktu dan perhatian.

Kategori :