Kabar Baik Petani Banten! NTP Naik 1,05 Persen, Daya Beli Makin Menguat
Petani sedang memanen padi-iStock-
INFORADAR.ID — Kabar baik datang dari sektor pertanian Banten. Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Banten mengalami peningkatan pada Agustus 2026, menjadi salah satu indikator membaiknya daya tukar yang diterima petani terhadap kebutuhan rumah tangga maupun biaya produksi.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), NTP Banten pada Agustus 2026 mencapai 113,02. Angka tersebut meningkat 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan ini terjadi ketika aktivitas pertanian masih menjadi bagian penting dalam perekonomian masyarakat pedesaan Banten. Peningkatan NTP juga menunjukkan adanya perbaikan posisi petani dalam memenuhi kebutuhan konsumsi dan biaya usaha pertanian.
Salah satu faktor yang disebut mendorong penguatan NTP Banten adalah optimalisasi penggunaan pupuk bersubsidi. Selain itu, stabilisasi harga kebutuhan pokok di wilayah pedesaan turut memberikan pengaruh terhadap kondisi daya tukar petani.
Kenaikan NTP Banten tersebut juga terjadi setelah pada Juli 2026 indikator yang sama berada di angka 111,86. Saat itu, NTP Banten meningkat 1,15 persen dibandingkan Juni 2026, dengan kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih tinggi daripada indeks harga yang harus dibayar.
Secara nasional, tren serupa juga terjadi. BPS mencatat NTP Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 129,19 atau meningkat 1,05 persen dibandingkan Juli yang berada di angka 127,84.
Penguatan NTP nasional dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 1,14 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani hanya meningkat 0,09 persen. Sejumlah komoditas seperti gabah, kelapa sawit, karet, dan ayam ras pedaging ikut mendorong kenaikan tersebut.
Bagi petani, peningkatan NTP menjadi salah satu gambaran mengenai kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan sekaligus menjalankan kegiatan produksi. Semakin tinggi nilai indeks tersebut, secara umum menunjukkan posisi daya tukar petani yang semakin baik.
Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi sektor pertanian Banten. Terlebih, stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan sarana produksi seperti pupuk menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha para petani.
Dengan NTP yang kembali meningkat, perkembangan sektor pertanian Banten ke depan masih akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga harga hasil produksi, mengendalikan biaya usaha tani, serta memastikan dukungan bagi petani tetap berjalan.
Nama penulis: Ayu Zalva Ayyaasyi mahasiswa magang Universitas Serang Raya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: