5 Manfaat Digital Detox untuk Anak Muda, Bye-bye Doomscrolling dan FOMO!

Kamis 13-08-2026,16:03 WIB
Reporter : Lydia Khaerani
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID - Tanpa sadar, membuka media sosial setiap kali ada waktu kosong bisa berubah menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan. Jika tangan otomatis meraih ponsel meski tidak ada notifikasi, mungkin sudah waktunya mencoba digital detox untuk memberi jeda dari kebiasaan doomscrolling.

Doomscrolling merupakan kebiasaan menggulir media sosial secara terus-menerus untuk melihat berbagai konten baru. Aktivitas ini memang bisa terasa menghibur, tetapi jika dilakukan berlebihan, waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk aktivitas lain justru habis di depan layar.

Fenomena tersebut semakin dekat dengan kehidupan anak muda yang setiap hari terpapar berbagai platform digital. Karena itu, mengambil jeda dari media sosial dapat menjadi salah satu cara untuk mengatur kembali penggunaan waktu dan perhatian.

1. Waktu luang jadi lebih produktif

Mengutip Harvard Summer School, mengurangi penggunaan media sosial dapat memberikan lebih banyak waktu untuk melakukan aktivitas lain. Waktu yang biasanya habis untuk menggulir layar dapat dialihkan untuk berolahraga, membaca, mencoba hobi, belajar keterampilan baru, atau mengikuti komunitas.

2. Membantu mengurangi rasa FOMO

Media sosial membuat seseorang terus mengetahui apa yang sedang dilakukan orang lain. Mulai dari konser, tren terbaru, tempat nongkrong, hingga produk yang sedang ramai dibicarakan. Paparan tanpa henti tersebut dapat memicu fear of missing out atau FOMO.

BACA JUGA:Anak Main HP 5–7 Jam Sehari? Ini Tips Orangtua Mengatur Screen Time agar Tetap Sehat

BACA JUGA:Pentingnya 'Do Your Own Research' (DYOR): Kunci Utama Sebelum Terjun ke Dunia Investasi

Dengan mengambil jeda beberapa hari dari media sosial, paparan terhadap berbagai informasi tersebut dapat berkurang. Kondisi ini memberikan kesempatan untuk lebih fokus pada apa yang sebenarnya diinginkan, bukan sekadar mengikuti apa yang sedang dilakukan orang lain.

3. Mengurangi kebiasaan membandingkan diri

Melihat pencapaian orang lain secara terus-menerus dapat membuat seseorang tanpa sadar membandingkan kehidupannya sendiri. Padahal, apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan kehidupan seseorang secara keseluruhan.

Digital detox dapat menjadi kesempatan untuk mengurangi paparan tersebut. Dengan begitu, perhatian bisa kembali diarahkan pada tujuan dan perkembangan diri sendiri.

4. Membantu mengelola stres dan kecemasan

Terlalu banyak informasi yang masuk dalam waktu singkat dapat membuat pikiran sulit beristirahat. Mengurangi penggunaan media sosial memberikan ruang untuk berhenti sejenak dari arus konten yang tidak ada habisnya.

Kategori :