Menag Nasaruddin Umar Ajak Anak Muda Jadikan Akhlak Untuk Bangun Peradaban

Menag Nasaruddin Umar Ajak Anak Muda Jadikan Akhlak Untuk Bangun Peradaban

Menag Nasaruddin Umar Ajak Anak Muda Jadikan Akhlak Untuk Bangun Peradaban--

INFORADAR.ID - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak generasi muda menjadikan akhlak sebagai bagian penting dalam membangun masa depan dan peradaban. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan seiring dengan nilai kemanusiaan dan moral.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Jakarta, sebagaimana dikutip MUI Digital, Selasa (25/8/2026).

Menag menilai akhlak bukan sekadar persoalan perilaku pribadi, tetapi menjadi fondasi yang menentukan arah sebuah peradaban. Ketika akhlak kuat, nilai-nilai seperti keadilan, amanah, ilmu pengetahuan, dan kasih sayang dapat tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

“Ilmu pengetahuan akan membawa manfaat, kekuasaan akan dijalankan dengan amanah, dan kasih sayang akan menjadi perekat kehidupan bermasyarakat,” ujar Nasaruddin.

Rektor PTIQ Jakarta tersebut menjelaskan, pembangunan akhlak merupakan salah satu inti transformasi yang dibawa Rasulullah SAW. Dakwah Nabi tidak hanya mengajarkan kehidupan beragama, tetapi juga mendorong perubahan sosial yang berdampak luas terhadap peradaban manusia.

BACA JUGA:Jangan Cuma Cek Makanannya, Kemasan Juga Bisa Berisiko! Ini Aturan Baru BPOM soal Kemasan Pangan

BACA JUGA:AI Makin Masuk Dunia Kerja, Fresh Graduate Harus Takut atau Justru Beradaptasi?

“Transformasi yang dibawa Rasulullah SAW merupakan sebuah lompatan peradaban yang berakar pada nilai-nilai tauhid, pengembangan ilmu pengetahuan, penegakan keadilan, penguatan kasih sayang, serta penghormatan terhadap martabat manusia,” katanya.

Nasaruddin kemudian mengingatkan kembali sabda Rasulullah SAW, “Innamā bu'itstu li utammima makārimal akhlāq,” yang berarti, “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Menurutnya, pesan tersebut menunjukkan bahwa ajaran agama tidak berhenti pada hubungan manusia dengan Tuhan secara individual. Nilai agama juga dapat menjadi kekuatan yang membentuk hubungan sosial, cara manusia memperlakukan sesama, hingga arah pembangunan peradaban.

Ia menggambarkan kondisi masyarakat sekitar 14 abad lalu yang dikenal sebagai masa jahiliah. Ketika itu, nilai kemanusiaan mengalami kemerosotan, kelompok yang kuat cenderung menindas yang lemah, sementara perempuan belum mendapatkan penghormatan terhadap martabatnya.

Di tengah perkembangan zaman yang membuat ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju, Nasaruddin mengingatkan bahwa kemajuan tidak boleh membuat manusia kehilangan nilai kemanusiaan. Peradaban yang maju, menurutnya, tetap membutuhkan akhlak sebagai kompas agar perkembangan tersebut memberikan manfaat bagi banyak orang.

BACA JUGA:DPR 24 Agustus 2026: RUU Penyiaran dan Bursa Mineral OJK Jadi Sorotan

BACA JUGA:Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Ribuan Personel Dikerahkan Padamkan Api

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait