INFORADAR.ID- Persaingan dunia kerja dan industri saat ini memang sangat keras. Bayang-bayang budaya orang dalam atau ordal sering menjadi momok yang menakutkan.
Realita di lapangan juga sering membuat kita merasa jengkel dan kecewa. Banyak posisi strategis atau proyek besar justru jatuh ke tangan mereka yang punya koneksi.
Padahal mereka belum tentu memiliki kompetensi yang mumpuni untuk pekerjaan tersebut.
Bagi individu tanpa privilese ini, dunia profesional terasa sangat tidak adil. Apalagi jika kita juga tidak pandai dalam membangun relasi atau networking.
BACA JUGA:Krisis Meritokrasi Pegawai Kurang Kompeten Lebih Cepat Naik Jabatan
BACA JUGA:Viral Generasi Muda Banyak yang Merasa Bingung Menentukan Arah Masa Depan
Perasaan cemas dan keraguan akan masa depan pasti perlahan mulai muncul. Kita mungkin mulai mempertanyakan apakah masih ada ruang untuk sekadar bertahan hidup.
Kita juga sering ragu bisa meraih kesuksesan hanya dengan bermodalkan kemampuan murni. Rasanya sulit bergerak maju tanpa ada tangan tak kasat mata yang menarik kita ke atas.
Namun ketiadaan ordal bukanlah sebuah vonis mati bagi perjalanan karir seseorang. Kelemahan dalam networking juga bukan penentu akhir dari segalanya.
Hal ini justru menjadi tantangan untuk mencari strategi bertahan hidup yang lebih kuat.
BACA JUGA:Bukan Cuma Gaji Besar, Ini Alasan Utama Gen Z Rela Resign Demi Pekerjaan Fleksibel dan WFA
BACA JUGA:5 Side Hustle Berbasis Skill yang Bisa Kamu Jalankan Tanpa Harus Melepas Pekerjaan Utama
Pintu depan yang bernama relasi mungkin saja tertutup sangat rapat bagi kita. Namun kita masih punya cara lain untuk bisa mendobrak masuk ke dalam industri.
Satu-satunya jalan adalah dengan menciptakan karya dan portofolio yang berkualitas. Kualitas pekerjaan yang baik tentu tidak akan bisa dibantah oleh siapa pun.
Apalagi kita sekarang hidup di era digital yang serba terbuka dan transparan. Rekam jejak pekerjaan yang konsisten bisa mengambil alih peran seorang promotor.