Tidak Dikucilkan, Tapi Tetap Merasa Asing, Kenapa?

Kamis 04-06-2026,09:26 WIB
Reporter : Lala Nabilah Chandra
Editor : Haidaroh

Padahal, setiap orang mendambakan untuk merasa bagian dari suatu komunitas. Rasa diterima akan memberikan rasa aman, nyaman, dan meningkatkan kepercayaan diri saat menjalani kehidupan sehari-hari.

Sebaliknya, ketika seseorang terus-menerus mengalami penolakan atau pengucilan, dampaknya tidak hanya terasa dalam konteks sosial, tetapi juga emosional.

Mereka bisa kehilangan motivasi untuk berinteraksi, merasa tidak berharga, bahkan menarik diri dari lingkungan sosial.

Oleh karena itu, membangun sebuah masyarakat yang inklusif tidak cukup hanya dengan mengedepankan pentingnya toleransi. Toleransi perlu diwujudkan dalam aksi nyata.

Menghargai pandangan yang berbeda, menahan diri dari prasangka, dan menghindari pelabelan terhadap orang lain merupakan langkah-langkah sederhana yang bisa diambil oleh siapa pun.

Generasi muda memegang peran penting dalam menciptakan perubahan ini.

Sebagai generasi yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi dan arus informasi yang pesat, generasi muda memiliki peluang besar untuk membangun budaya komunikasi yang lebih positif.

Media sosial seharusnya menjadi ruang untuk belajar dan saling memahami, bukan platform untuk menyebar kebencian atau memperkuat stereotip.

Pada akhirnya, isu yang dihadapi masyarakat saat ini bukan hanya sekadar perbedaan. Perbedaan akan selalu ada dan tidak mungkin dihilangkan.

Tantangan sebenarnya adalah bagaimana setiap individu bisa memberikan ruang bagi orang lain untuk diterima dan dihargai.

Masyarakat yang kuat bukanlah yang homogen, tetapi yang mampu hidup berdampingan tanpa menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk menjauh.

Dalam konteks keberagaman yang dimiliki bangsa ini, saatnya kita menyadari bahwa yang dibutuhkan tidak hanya sikap menghormati perbedaan.

Tetapi juga kesediaan untuk menerima satu sama lain sebagai bagian dari kehidupan bersama.

Karena pada akhirnya, yang paling dicari setiap individu bukanlah kesamaan, melainkan penerimaan.

Penulis: Diva Ardiyanti Mahasiswa UIN SMH Banten

Kategori :