Ekonomi RI Tumbuh Pesat, tetapi Ancaman PHK Masih Menghantui Ribuan Pekerja

Ekonomi RI Tumbuh Pesat, tetapi Ancaman PHK Masih Menghantui Ribuan Pekerja

PHK -BPJS ketenagakerjaan -

INFORADAR.ID - Meskipun ekonomi dunia sedang mengalami gejolak ketidakpastian, ekonomi Indonesia mampu bertumbuh pada triwulan pertama 2026. Namun kabar baik ini harus dibarengi dengan banyaknya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai bidang termasuk sektor industri padat karya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan I 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah yang tetap kuat, sehingga menunjukkan daya tahan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia.

Meski demikian, kondisi ekosistem ketenagakerjaan belum pulih sepenuhnya. Dewan Ekonomi Nasional mencatat sebanyak 88.519 pekerja harus mangalami PHK sepanjang 2025, angka ini menjadi angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Industri tekstil, garmen, dan manufaktur menjadi sektor paling terdampak akibat melemahnya permintaan ekspor dan melonjaknya biaya produksi.

BACA JUGA:Ini Dia Sanksi Hukum Bagi Perusahaan Pencemar Lingkungan

BACA JUGA:HMPS KPI 2026 Gelar Go to School (GTS), Edukasi Media Digital dan Anti-Bullying

Pemerintah menilai PHK merupakan bagian dari dinamika ekonomi yang kompetitif. Di sisi lain, data menunjukkan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,68 persen pada Februari 2026, menandakan penciptaan lapangan kerja baru masih berlangsung meskipun terjadi gelombang PHK di sejumlah sektor.

Demi menjaga pasar tenaga kerja, pemerintah tetap berusaha mendorong investasi, hilirisasi industri, pengembangan kawasan ekonomi, serta perluasan akses pasar ekspor. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta meningkatkan saya saing industri nasional.

BACA JUGA:LinkedIn Diselidiki Gegara Dugaan “Ghost Jobs”, Lowongan Kerja Palsu Bikin Pencari Kerja Resah

BACA JUGA:Sakatonik ABC Peringati Hari Anak Nasional Melalui Gerakan Makan Tanpa Drama

Para ekonom mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan kualitas penyerapan tenaga kerja. Tanpa penciptaan pekerjaan yang berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi berisiko tidak dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Maka dari itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku industri dinilai bisa menjadi kunci yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberikan kepastian kerja bagi jutaan tenaga kerja Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait