5. Atur Jadwal Menulis yang Konsisten
Menulis novel adalah masalah kedisiplinan, tidak bisa menunggu suasana hati sedang baik. Jika kamu hanya menulis saat merasa termotivasi, proses penyelesaian buku bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Jadi buatlah komitmen kecil yang realistis dengan diri sendiri, misalnya menulis minimal 300 kata setiap hari atau meluangkan waktu khusus selama satu jam setiap subuh. Konsistensi yang dijaga terus-menerus ini perlahan-lahan akan membangun kebiasaan produktif, sehingga tanpa sadar tumpukan halaman drafmu akan terus bertambah secara signifikan.
Setelah seluruh bab dalam draf pertamamu berhasil diselesaikan dari awal hingga akhir, barulah kamu boleh masuk ke tahap penyuntingan. Di fase itulah kamu punya waktu sepenuhnya untuk merapikan logika cerita, memangkas bagian yang membosankan, serta mempercantik pilihan kata agar novelmu siap dinikmati oleh pembaca luas.