BACA JUGA:5 Buah yang Baik Dikonsumsi untuk Tubuh dengan Kelebihan Berat Badan
BACA JUGA:7 Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Diet
Mengapa Sayuran Akar Lebih Rentan?
Para ahli menjelaskan bahwa sayuran umbi-umbian seperti wortel dan lobak memiliki konsentrasi cemaran mikroplastik yang lebih tinggi dibanding sayuran berdaun seperti selada dan kol. Penyebabnya, plastik cenderung mengumpul di sistem perakaran tanaman .
Clinical & Scientific Lead AsaRen, Dr. Meryl "Mimi" Kallman, MD, mengungkapkan bahwa sayuran akar berisiko lebih tinggi karena ditanam langsung di dalam tanah yang kemungkinan memiliki konsentrasi mikroplastik tinggi. "Sebaiknya cari makanan berupa daun-daunan karena memiliki konsentrasi mikroplastik yang lebih rendah dibanding akar atau batang," jelas Dr. Mimi dalam laporan yang dikutip dari CNBC Indonesia .
Bahaya bagi Kesehatan Meski Masih Diteliti
Meskipun fenomena mikroplastik dalam makanan masih tergolong baru dan terus diteliti, sejumlah studi awal telah mengungkap potensi risikonya bagi kesehatan manusia.
Konsumsi mikroplastik dari makanan diketahui dapat memicu peradangan atau inflamasi dalam tubuh. Bahkan, para peneliti telah menemukan mikroplastik di dalam darah manusia, yang berpotensi menyebabkan inflamasi sistemik .
Studi lain menyebutkan bahwa mikroplastik tingkat tinggi yang tertelan juga dapat menyebabkan kerusakan sel yang memicu reaksi alergi dan gangguan sistem pernapasan . Mikroplastik berukuran 10-25 nanometer bahkan dapat terakumulasi di saluran pernapasan dan paru-paru .
BACA JUGA:Rekomendasi Sayuran yang kaya akan vitamin Bisa Dikonsumsi Mentah juga
BACA JUGA:Bukan Sekedar Pelengkap Sayur, Labu Siam Mengandung 9 Rahasia Kesehatan untuk Tubuh
Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan di Journal of Xenobiotics pada April 2026 juga mengonfirmasi bahwa paparan mikroplastik pada manusia dapat dikaitkan dengan berbagai efek seperti sitotoksisitas (kerusakan sel), genotoksisitas (kerusakan DNA), stres oksidatif, hingga neurotoksisitas (gangguan saraf).
Bagaimana Mikroplastik Bisa Masuk ke Tanaman?
Studi ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Physics and Chemistry of the Earth pada 2026 menjelaskan bahwa mikroplastik dapat menginfiltrasi tanah, air, dan udara sebagai konsekuensi dari praktik pertanian modern. Penggunaan mulsa plastik, pupuk, dan sistem irigasi tertentu menjadi faktor utama .
Partikel-partikel kecil ini kemudian menembus profil tanah, mengubah aktivitas mikroba, siklus nutrisi, dan sifat fisik tanah. Yang lebih mengkhawatirkan, tanaman buah telah terbukti mampu menyerap mikroplastik dan nanoplastik, yang berdampak langsung pada keamanan pangan .
Tindakan Pencegahan yang Bisa Dilakukan