Hati Hati Sindrom Patah Hati Nyata Secara Medis dan Bisa Merusak Otot Jantung
Kesehatan jantung-Pinterest-
INFORADAR.ID- Sebuah studi medis terbaru mengungkapkan bahwa ungkapan patah hati bukan sekadar kiasan atau drama dalam film romantis.
Kondisi emosional yang ekstrem akibat kesedihan mendalam ternyata memiliki dampak fisik yang nyata dan signifikan terhadap kesehatan organ vital manusia, khususnya jantung.
Fenomena ini dikenal dalam dunia medis sebagai Takotsubo Cardiomyopathy atau yang lebih populer disebut Broken Heart Syndrome (Sindrom Patah Hati).
Penelitian menunjukkan bahwa lonjakan hormon stres seperti adrenalin yang terjadi saat seseorang mengalami kejadian traumatis seperti kehilangan orang yang dicintai atau putus cinta yang berat dapat melumpuhkan sementara otot jantung.
BACA JUGA:THE ROYALE KRAKATAU Cilegon Sukses Gelar INTIMATE WEDDING SHOWCASE 2026
BACA JUGA:Davina Karamoy dan Farhan Rasyid Bintangi Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali, Tayang Juli 2026
Mekanisme Kerusakan Jantung
Berbeda dengan serangan jantung yang disebabkan oleh penyumbatan arteri, sindrom patah hati terjadi karena adanya gangguan mendadak pada fungsi pompa jantung.
Berikut adalah beberapa temuan kunci dari studi tersebut:
• Pembengkakan Ventrikel: Bagian dari jantung membengkak secara tiba-tiba dan tidak mampu memompa darah dengan efisien.
BACA JUGA:Sabun Batang vs Sabun Cair: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan Kulit Anda?
BACA JUGA:Segudang Khasiat, 5 Manfaat Rutin Minum Teh Serai di Pagi Hari bagi Tubuh
• Pelepasan Hormon Stres: Lonjakan katekolamin dalam dosis tinggi diyakini menjadi penyebab utama otot jantung menjadi kaku atau lemah.
• Gejala Menyerupai Serangan Jantung: Penderita biasanya merasakan nyeri dada yang hebat dan sesak napas secara mendadak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
