Sering Mengeluh di Media Sosial Bisa Bikin Gagal Diterima Kerja? Ini Penjelasannya

Minggu 22-03-2026,07:18 WIB
Reporter : Lala Nabilah Chandra
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID — Kebiasaan mengungkapkan keluh kesah di media sosial kini menjadi sorotan, terutama bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan. 

Di tengah perkembangan dunia digital, jejak digital seseorang ternyata bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan perusahaan dalam proses rekrutmen.

Fenomena ini kembali ramai dibahas setelah akun edukasi pengembangan diri Satu Persen mengunggah konten bertajuk “Ditolak Perusahaan Karena Suka Ngeluh di Sosmed” melalui platform Instagram. 

Unggahan tersebut menyoroti kemungkinan seorang pelamar kerja ditolak oleh perusahaan karena kebiasaannya mengeluh atau menuliskan hal-hal negatif di media sosial.

BACA JUGA:Jenius Itu Dilahirkan atau Diciptakan? Belajar dari Laszlo Polgar, Ayah dari Tiga Pecatur Dunia

BACA JUGA:Yuna ITZY Siap Debut Solo Lewat judul Ice Cream, Spoiler Album Picu Antusiasme Fans

Dalam unggahan tersebut digambarkan seorang pria berdiri di depan gedung perkantoran dengan ekspresi kecewa, seolah menandakan bahwa ia baru saja mengalami penolakan. 

Tulisan dalam konten itu kemudian memunculkan pertanyaan: apakah seseorang tidak boleh mengeluh sama sekali di media sosial?

Seiring berkembangnya teknologi dan internet, banyak perusahaan kini melakukan proses background check terhadap calon karyawan, termasuk memeriksa aktivitas mereka di media sosial. 

Hal ini dilakukan untuk melihat karakter, sikap, serta bagaimana seseorang mengekspresikan dirinya di ruang publik digital.

BACA JUGA:Trailer Spider-Man Brand New Day Pecahkan Rekor, Antusiasme Penggemar Membludak

BACA JUGA:Beyond Skyline Tayang di Trans TV, Aksi Iko Uwais Lawan Alien Kembali Jadi Sorotan

Beberapa perusahaan menilai bahwa unggahan yang terlalu sering berisi keluhan, kritik berlebihan terhadap tempat kerja, atau bahkan menyebarkan konflik internal dapat menjadi pertimbangan tersendiri dalam proses seleksi. 

Pasalnya, perusahaan biasanya mencari kandidat yang dinilai profesional dan mampu menjaga citra diri di ruang publik.

Meski demikian, bukan berarti seseorang sama sekali tidak boleh mengekspresikan perasaan di media sosial.

Kategori :