Disway Award

Berhenti Berusaha Melupakan Mantan: Mengapa Menerima Luka Adalah Kunci Pemulihan

Berhenti Berusaha Melupakan Mantan: Mengapa Menerima Luka Adalah Kunci Pemulihan

Move on tips-Pin/bymarissalynn-

INFORADAR.ID- Banyak orang yang baru saja mengakhiri hubungan romantis mendapatkan nasihat seragam dari lingkungan sekitar: lupakan dia dan lanjutkan hidup.

 Namun, pendekatan psikologis modern justru menyarankan sebaliknya. Berusaha keras untuk menghapus memori tentang mantan pasangan ternyata bisa memperlambat proses penyembuhan emosional.

Otak manusia tidak dirancang untuk menghapus memori secara instan hanya karena memori tersebut menyakitkan.

Terdapat sebuah konsep psikologis yang menjelaskan bahwa ketika seseorang dengan sengaja menekan sebuah pikiran, pikiran tersebut justru akan muncul lebih kuat dan lebih sering.

BACA JUGA:Micro-Learning: Cara Menguasai Skill Baru Hanya dengan 15 Menit Sehari di Sela Jam Makan Siang

BACA JUGA:Pola Psikologis. Semakin Tenang Semakin Dia Panik

Menghabiskan energi mental setiap hari untuk menolak memikirkan seseorang justru menempatkan orang tersebut di pusat perhatian pikiran.

Akibatnya, kenangan tentang mantan pasangan malah terasa semakin nyata dan menyita konsentrasi sehari-hari.

Banyak yang salah mengartikan proses pemulihan atau move on sebagai keadaan di mana seseorang benar-benar lupa tentang masa lalu. Padahal, pulih dari patah hati adalah tentang mengubah respons emosional.

Tujuan utamanya adalah mencapai titik di mana Anda bisa mengingat mantan pasangan, baik kenangan indah maupun buruk, tanpa lagi merasakan gejolak emosi yang menyakitkan atau kerinduan yang mendalam.

BACA JUGA:Makin Didekati Makin Kabur: Mengapa Terlalu Agresif Justru Merusak Masa Pendekatan

BACA JUGA:Alyssa Daguise Tampil Memukau di Maternity Shoot, Bukti Bumil Tetap Fashionable

 Kenangan tersebut pada akhirnya akan berubah status dari luka yang menganga menjadi sekadar rekam jejak pengalaman hidup.

Alih-alih memaksa otak untuk melakukan tugas yang mustahil, para ahli kesehatan mental merekomendasikan pendekatan penerimaan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: