Konsumsi Meningkat, Penggunaan Paylater Melonjak 42% Menjelang Lebaran

Kamis 12-03-2026,17:42 WIB
Reporter : Lala Nabilah Chandra
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID – Tren belanja masyarakat Indonesia menggunakan metode pembayaran "Beli Sekarang, Bayar Nanti" atau paylater mencatatkan kenaikan signifikan pada periode Ramadan dan menjelang Idul Fitri tahun ini. 

Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan penggunaan layanan paylater hingga 42% dibandingkan dengan periode bulan-bulan biasa.

Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan pokok, tetapi juga pada gaya hidup dan persiapan mudik. 

Sektor fesyen, perlengkapan rumah tangga, hingga tiket transportasi menjadi kategori belanja yang paling banyak memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini. 

BACA JUGA:Lagu Gemilang Menjadi Jiwa dari Film Tunggu Aku Sukses Nanti

BACA JUGA:Mengapa Konflik Iran-AS-Israel Kembali Memanas di Awal 2026?

Fleksibilitas pembayaran dianggap menjadi solusi bagi masyarakat untuk mengelola aliran kas di tengah banyaknya pengeluaran musiman.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa momentum Lebaran secara historis memang selalu mendorong pertumbuhan penyaluran pembiayaan, termasuk melalui platform digital. 

Hal ini diperkuat dengan banyaknya program promo, potongan harga, dan cicilan 0% yang ditawarkan oleh penyedia layanan paylater untuk menarik minat pengguna selama bulan suci.

Namun, di tengah kemudahan tersebut, para pengamat ekonomi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan bijak dalam menggunakan fasilitas utang. 

BACA JUGA:Tuai Kritik Warganet, Selebgram Ruce Nuenda Minta Maaf Usai Tetap Beraktivitas Saat Terkena Campak

BACA JUGA:Dugaan Pendiri Animasi Nussa Rara Berselingkuh Hingga Transparansi Royalti Perusahaan

Peningkatan transaksi yang cukup tajam ini berisiko memicu beban finansial pasca-Lebaran jika tidak dikelola dengan perencanaan keuangan yang matang. 

Pengguna diimbau untuk memastikan bahwa cicilan yang diambil tetap berada dalam batas kemampuan bayar agar tidak terjebak dalam masalah kredit macet.

Selain itu, penyedia layanan juga diingatkan untuk terus meningkatkan kualitas asesmen kredit guna menjaga rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing). 

Kategori :