Gen Z Pimpin Tren 'Loud Budgeting': Berani Bilang "Nggak Ada Budget" demi Masa Depan
Loud budgeting-Pin/Kristian Borland Kopera-
INFORADAR.ID- Di tengah gempuran tren pamer kemewahan di media sosial, Gen Z kini justru mempopulerkan gerakan Loud Budgeting.
Berbeda dengan konsep hemat yang diam-diam, tren ini mengajak anak muda untuk secara vokal dan jujur menolak ajakan nongkrong atau belanja jika memang tidak masuk dalam rencana keuangan mereka.
Alih-alih merasa malu karena tidak punya uang, mereka justru bangga bisa memegang kendali atas arus kas pribadi.
Gerakan ini dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya konsumerisme yang sering membuat anak muda terjebak dalam jeratan pinjaman online.
BACA JUGA:Fenomena 'Quitting Culture': Gen Z Lebih Pilih Bahagia daripada Gaji Besar tapi Burnout
BACA JUGA:Revolusi 'Side Hustle' Gen Z: Mengubah Hobi dan AI Menjadi Tambang Cuan Modern
Dengan Loud Budgeting, Gen Z menunjukkan bahwa mengelola keuangan dengan bijak adalah hal yang keren.
Mereka lebih memilih untuk menginvestasikan uang pada hal-hal yang bermanfaat, seperti pendidikan atau tabungan masa depan.
Loud Budgeting juga membantu mengurangi tekanan sosial untuk tampil mewah di media sosial.
Dengan menjadi terbuka tentang keterbatasan finansial, Gen Z menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dengan mengatakan "Nggak ada budget" ketika diajak hangout.
BACA JUGA:Monday Blues Parah? 3 Langkah Mudah Menata Kembali Fokus Kerja Setelah Libur Panjang
BACA JUGA:Tips Simpel Detox Tubuh Pasca-Lebaran Ala Gen Z yang Bisa Kamu Coba
Tren ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.
Selain itu, Loud Budgeting juga mendorong anak muda untuk lebih kreatif dalam mencari cara menikmati waktu bersama teman-teman tanpa harus mengeluarkan banyak uang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
