INFORADAR.ID - Di era digital, akses informasi begitu mudah. Materi belajar tersedia lewat video, ebook, podcast, hingga kursus online. Namun, justru di sinilah tantangan muncul: banyak orang mudah tergoda distraksi, cepat bosan, lalu menyerah di tengah jalan.
Belajar mandiri bukan hanya soal menonton video atau membaca artikel, melainkan membiasakan diri disiplin, konsisten, dan tangguh saat menghadapi kegagalan kecil.
Kenapa Belajar Mandiri Sering Gagal?
Beberapa alasan umum orang menyerah saat belajar mandiri antara lain:
• Tujuan belajar terlalu umum atau tidak jelas.
• Kurangnya jadwal dan rutinitas, jadi belajar hanya “kapan ada waktu”.
• Gampang terganggu oleh ponsel, media sosial, atau multitasking yang berlebihan.
Tanpa strategi yang jelas, semangat mula mula yang tinggi hanya bertahan satu atau dua minggu, lalu hilang dan diganti perasaan menyesal.
Langkah pertama agar tidak mudah menyerah adalah membuat tujuan belajar yang spesifik, terukur, dan dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu.
Contohnya, bukan hanya “saya ingin pintar bahasa Inggris”, tapi “dalam 3 bulan saya bisa memiliki percakapan dasar menggunakan kosakata sehari hari minimal 500 kata”.
Pecah tujuan besar menjadi beberapa target kecil.
• Bulan 1: kuasai greeting, perkenalan, dan kosakata dasar.
• Bulan 2: pelajari percakapan aktivitas sehari hari.
• Bulan 3: latihan percakapan dengan teman atau aplikasi.
Dengan melihat progres kecil tercapai, motivasi akan terus menyala dan rasa “ingin menyerah” berkurang.