Live Streaming Game Jadi Tambang Cuan
Live streaming game -Vmix-
INFORADAR.ID – Bermain game saat ini tidak hanya sebagai pengisi waktu luang saja atau hanya sekedar hobi semata saja. Dengan banyaknya hadir platform penyokong livestreaming membuat aktivitas ini jadi komoditas ekonomi bernilai tinggi.
Dari platform-platform digital yang lebih maju lagi ini, para pelaku streaming game tidak hanya mengandalkan saweran atau donasi dari penonton saja. Tetapi aktivitas ini telah menjadi ekosistem bisnis yang melibatkan manufaktur, fintech, sampai ritel.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada awal tahun 2026 ini live streaming mengadopsi model Attention Economy atau ekonomi perhatian secara penuh. Yang dimana ini menunjukan live streaming bukan lagi sebagai produk akhir, melainkan sebagai sumber dari berbagai lini pendapatan.
BACA JUGA:Siap Menghibur Penonton, “Yakin Nikah” Tayang di Netflix Mulai 12 Februari 2026
Platform-platform live streaming seperti Tiktok live dan YouTube Gaming memiliki sistem reward yang lebih menjanjikan lagi. Reward yang di tawarkan lebih menggiurkan, untuk kreator menengah saja bisa menghasilkan Rp10 juta sampai Rp100 juta perbulannya lewat bagi hasil hadiah digital.
Kemudian live streaming juga jadi salesman teknologi. Dimana kita sambil live streaming game bisa menjual produk-produk digital seperti kursi gaming atau komponen PC lainnya lewat keranjang kuning yang disediakan.
Lebih bagusnya lagi dengan semakin masifnya dunia game tanah air dan live streaming game, di barengi dengan didukungnya infrastruktur internet yang semakin merata.
Walaupun ini menjanjikan cuan yang melimpah, bukan berarti kegiatan ini tidak memiliki hambatan besar. Persaingan yang begitu ketat menuntut untuk para kreator menyiapkan set up produksi sekelas studio televisi.
BACA JUGA:Guncang Panggung Super Bowl 2026, Rosé BLACKPINK Bukan Cuma Nyanyi, Tapi Bikin Sejarah
BACA JUGA: Supermarket Thailand Gunakan Daun Pisang Gantikan Plastik Sekali Pakai
Tantangan lainnya ialah konsistensi. Banyak kreator pemula yang justru gagal dalam memulai karena kurangnya rasa konsistensi. Karena memang bukan hal mudah untuk mendapatkan view yang ramai.
Selain itu tekanan dari para penonton live streaming juga jadi beban mental. Seringkali penonton live streaming memberikan hujatan-hujatan yang cukup mempengaruhi mental para kreator.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
