Obesitas Anak Meningkat Tajam, WHO Ingatkan Dampak Jangka Panjang

Rabu 04-02-2026,10:07 WIB
Reporter : Haidaroh
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sekitar 188 juta anak dan remaja di seluruh dunia hidup dengan obesitas. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama dipicu oleh pola makan tidak sehat dan gaya hidup yang semakin kurang aktif.

WHO menyebutkan, konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, seperti makanan cepat saji serta minuman manis, menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, kebiasaan anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar gawai dan minim aktivitas fisik turut memperparah kondisi tersebut.

Obesitas pada anak tidak hanya berdampak pada penampilan fisik, tetapi juga berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, hingga masalah kesehatan mental. WHO menegaskan bahwa obesitas pada usia dini berpotensi berlanjut hingga dewasa jika tidak ditangani sejak awal.

Untuk menekan angka obesitas anak, WHO mendorong peran aktif orang tua, sekolah, dan pemerintah. Upaya tersebut meliputi penyediaan makanan bergizi seimbang, pembatasan iklan makanan tidak sehat untuk anak, serta peningkatan aktivitas fisik melalui olahraga dan permainan aktif.

WHO juga mengingatkan bahwa pencegahan obesitas anak merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas kesehatan generasi mendatang. Tanpa langkah nyata, lonjakan kasus obesitas dikhawatirkan akan menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan global di masa depan.

 

Maria ulfah mahasiswa ilmu komunikasi Universitas mathla’ulanwar Banten

Kategori :