INFORADAR.ID - Tahukah kamu Gadget sering dianggap alat pendukung belajar modern, tapi kenyataannya justru menggerus konsentrasi siswa. Di era digital, anak-anak menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, yang berdampak langsung pada kemampuan fokus mereka saat belajar.
Dampak Negatif Utama yang muncul dari notifikasi ponsel dan media sosial menciptakan distraksi konstan, membuat otak siswa sulit mempertahankan perhatian lebih dari 5-10 menit.
Penelitian menunjukkan penggunaan gadget berlebih menurunkan kemampuan memori kerja dan meningkatkan risiko ADHD-like symptoms pada remaja.
Siswa yang multitasking antara belajar dan scrolling cenderung mendapat nilai lebih rendah hingga 20% dibanding yang fokus.
Fakta dari Lapangan contohnya di Indonesia, survei Kemendikbud menemukan 70% siswa SD-SMP kesulitan konsentrasi karena gadget saat pandemi.
Game mobile dan TikTok memicu dopamine rush, mirip kecanduan judi, yang melemahkan disiplin belajar jangka panjang.
Orang tua sering salah kaprah: gadget dijanjikan sebagai "hadiah belajar", tapi malah jadi penghalang prestasi akademik.
Solusi Praktis untuk Orang Tua dan Guru ada beberapa cara diantaranya:
• Terapkan aturan "no gadget" 1 jam sebelum belajar dan saat mengerjakan PR.
• Gunakan teknik Pomodoro: 25 menit fokus belajar, 5 menit istirahat tanpa layar.
• Dorong aktivitas offline seperti membaca buku fisik atau olahraga untuk rebuild konsentrasi.
Ingat, otak anak masih dalam tahap perkembangan krusial hingga usia 25 tahun—periode emas yang tak bisa diulang. Saat gadget menguasai waktu mereka, bukan hanya nilai rapor yang terancam, tapi juga kemampuan berpikir kritis dan kreativitas masa depan.
Orang tua dan guru punya peran kunci: jadilah teladan dengan membatasi layar sendiri, ciptakan rutinitas belajar yang menyenangkan tanpa distraksi digital. Dengan komitmen bersama, kita bisa ubah gadget dari musuh menjadi sekutu belajar yang bijak.
Mulai sekarang, rebut kembali fokus anak dari cengkeraman gadget sebelum generasi pintar kita kehilangan potensi emasnya. Yuk, rebut kembali fokus belajar anak dari jerat gadget sekarang atau selamanya menyesal.