Google Peringatkan Lebih dari 1 Miliar Android Rentan Diretas karena Tak Lagi Dapat Update
potret teknologi google siber --
INFORADAR.ID - Google mengatakan bahwa lebih dari 1 miliar ponsel Android kini rentan terhadap serangan siber karena tidak lagi menerima pembaruan keamanan penting.
Menurut data terbaru yang dirilis Google dan dilaporkan oleh beberapa media teknologi, sekitar 40 % perangkat Android aktif di dunia atau lebih dari satu miliar unit tidak lagi mendapatkan security patch karena menjalankan sistem operasi Android 12 atau versi yang lebih tua.
Perangkat yang sudah tidak menerima update ini berpotensi menjadi sasaran malware, spyware, dan berbagai teknik peretasan modern.
Hal ini terjadi karena Google telah menghentikan dukungan pembaruan security untuk Android 12 dan semua versi sebelum itu sejak akhir 2025, sehingga sistem operasi tersebut tidak lagi mendapat patch untuk menutup celah keamanan baru yang ditemukan.
Sementara itu, hanya sekitar 58 % perangkat Android yang masih menjalankan Android 13 atau versi lebih baru yang masih mendapat dukungan penuh dari Google.
Distribusi sistem Android juga menunjukkan bahwa versi terbaru seperti Android 16 hanya digunakan oleh sebagian kecil perangkat, sementara banyak ponsel tetap menjalankan sistem lawas yang tidak lagi mendapat perhatian dari pabrikan maupun Google.
Dampaknya bagi pengguna adalah perangkat yang tidak lagi menerima pembaruan keamanan akan tetap berfungsi, tetapi tetap berisiko tinggi terhadap serangan siber. Ahli keamanan mengatakan bahwa tanpa patch sistem, celah baru bisa dieksploitasi untuk mencuri data pribadi, membajak akun perbankan, mencuri kata sandi, hingga menyusup ke aplikasi penting.
Google bahkan menyarankan pengguna untuk meng-upgrade perangkat mereka ke Android 13 atau lebih baru, atau mempertimbangkan penggantian smartphone jika perangkatnya tidak mendukung versi Android yang lebih aman.
Meskipun fitur seperti Google Play Protect masih menyediakan pemindaian malware dan tanda bahaya pada aplikasi, perlindungan ini tidak bisa menggantikan security patch tingkat sistem yang hilang pada perangkat lama.
Pabrikan perangkat juga turut berdampak. Beberapa merek besar, seperti Samsung, telah mengonfirmasi bahwa model-model lama mereka seperti seri Galaxy S21 kini tidak lagi menerima pembaruan Android atau security patch.
Dengan peringatan ini, Google berharap pengguna lebih sadar akan risiko perangkat lama dan mengambil langkah cepat untuk menjaga keamanan data pribadi mereka di era serangan digital yang semakin canggih.
Yuni Marsita Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mathla'ul Anwar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
