Allah SWT menerangkan melalui surat ini, seorang mukmin diharuskan menjaga sikap dan tutur katanya, jangan sampai melukai hati orang lain. Terlebih dengan kebohongan dan fitnah yang padahal tidak dilakukan oleh orang yang bersangkutan. Sehingga dapat terhindar dari dosa, dan kebajikan yang dikerjakan tidak sia-sia.
Surat Annisa ayat 148, “Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui”.
Dengan jelas menegaskan melalui ayat ini bahwa Allah SWT pun tidak menyukai perkataan buruk. Termasuk di antaranya ghibah, berbohong, apalagi sampai menyebarkan fitnah yang dapat memutus tali persaudaraan. Untuk itu, umat muslim wajib berhati-hati dalam bertutur kata jika tidak ingin menjadi bagian dari orang yang zalim.
Dalam era produksi dan reproduksi pesan, serta kecepatan ingin segera mengabarkan informasi, adu cepat mengabarkan pada khalayak buat insan yang bergelut dibidang ini, pers, youtuber, conten creator, dan saya pribadi, untuk selalu ingat selain kode etik dan undang-undang terkait transaksi pesan, penyiaran, serta ayat-ayat tersebut karena akibat hukumannya jelas, semoga kita dapat terhindarnya.
Dalam suasana bulan kemerdekan Agustusan, mari membangun semangat jiwa patriot, dengan menghentikan perbuatan menyebar fitnah, kabar bohong, mengahsut yang dapat memutus persaudaraan, dan persatuan kita. Mengoptimalkan fungsi media untuk mendidik, membangun karakter individu dan masyarakat. Selamat Hari Kmerdekaan RI ke-80, Stop kabar bohong.
Penulis lahir di Serang, 4 Juli 1965, adalah Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya pada Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sejak 2011.