Maraknya pengaruh buruk dari media sosial, dan sedikitnya ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri secara positif.
BACA JUGA:Fakta-Fakta Unik tentang Pulau Sangiang yang Belum Banyak Diketahui Wisatawan
BACA JUGA:4 Rekomendasi Tempat Snorkling di Banten yang Wajib di Kunjungi, Salah Satunya Ini
Ia memberikan contoh bahwa banyak orangtua sering terkejut ketika tahu anak mereka terlibat dalam tawuran.
Ia menyebutkan bahwa ada orangtua yang baru mengetahui anaknya terlibat tawuran ketika pihak berwajib datang ke rumah untuk menjemput anak tersebut, menunjukkan bahwa pengawasan orangtua terhadap anak-anak mereka masih belum maksimal.
Hendry menegaskan pentingnya perhatian orangtua yang harus dilakukan secara terus menerus, termasuk memastikan anak tidak berkeliaran di luar rumah pada malam hari.
"Banyak kejadian buruk terjadi pada malam hari saat anak tidak diawasi. Kadang kita menemukan anak-anak sedang bermain hingga larut malam, lalu pulang hanya untuk tidur," ujarnya.
Selain pengawasan, Hendry berpendapat bahwa keluarga, sekolah, dan masyarakat harus menjadi tiga elemen perlindungan anak yang saling mendukung.
Ia mengingatkan bahwa sepertiga waktu anak dihabiskan di rumah, sepertiga di sekolah, dan sepertiga di lingkungan bermain.
Hendry juga mengatakan, jika salah satu elemen ini, seperti keluarga atau sekolah, lemah, anak-anak akan mencari pemenuhan kebutuhan mereka di luar, termasuk kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, yang seringkali membawa mereka pada pengaruh negatif.