Pengaruh viral trend aura farming akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Pada tanggal 8 Juli 2025, Gubernur Riau, Abdul Wahid, secara resmi menetapkan Dika sebagai Duta Pariwisata Riau, yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur.
Sebagai bentuk apresiasi lebih lanjut, Dika juga diberikan beasiswa pendidikan penuh oleh Pemerintah Provinsi Riau.
BACA JUGA:Persiapan MPLS, Guru PAUD di Kabupaten Serang Terima Pembekalan
BACA JUGA:Krisis Pendaftar, 10 SD di Kabupaten Serang Mengalami Kekurangan Siswa
Dukungan ini bukan hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai simbol dorongan agar generasi muda terus membawa budaya lokal ke ruang-ruang kreatif yang lebih luas.
Dika tak hanya dikenal sebagai anak pacu jalur, tapi juga sebagai pelopor budaya digital yang mampu menyentuh hati banyak orang.
Banyak atlet, pejabat, dan kreator dari berbagai daerah, bahkan luar negeri, ikut membuat konten Trand aura farming.
Beberapa Kreator indonesia juga ikut meramaikan trand ini. Diantaranya Atta Halilintar, Ella JKT48, Luna Maya, Cinta Laura Kiehl, serta berbagai kreator lainnya yang menjadi bagian dari gelombang pelestarian budaya.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa musik, gerakan, dan budaya bisa saling menguatkan jika dikemas dengan menarik.
Trend aura farming menjadi contoh bagaimana konten sederhana bisa menggerakkan rasa bangga terhadap warisan budaya.
Lewat kontribusi Dika dan kekuatan tren ini, pacu jalur kini tak lagi hanya ada di sungai-sungai Riau, tapi juga hadir dalam layar ponsel jutaan orang di seluruh dunia.
Sebuah langkah kecil yang melahirkan dampak budaya yang besar dan membanggakan.
Ditulis oleh Arfa ‘Afiifah mahasiswa magang UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten