Disway Award

Tidur dengan Lampu Menyala atau Mati? Ini Penjelasan Ilmiahnya bagi Kesehatan

Tidur dengan Lampu Menyala atau Mati? Ini Penjelasan Ilmiahnya bagi Kesehatan

Potret Tidur-pinterest-

INFORADAR.ID – Banyak orang terbiasa tidur dengan lampu menyala karena merasa lebih nyaman. 

Namun secara ilmiah, kondisi kamar saat terang atau gelap berpengaruh langsung pada kualitas istirahat dan kesehatan tubuh.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada 2022 menunjukkan bahwa paparan cahaya saat tidur dapat mengganggu kerja alami tubuh. 

Cahaya di malam hari terbukti menekan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu seseorang merasa mengantuk dan tidur lebih nyenyak.

Peneliti dari Northwestern University menemukan bahwa tidur dengan lampu menyala membuat tubuh tetap berada dalam kondisi “siaga”. 

Hal ini ditandai dengan meningkatnya detak jantung serta menurunnya sensitivitas insulin keesokan harinya. 

Jika terjadi terus-menerus, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Selain itu, studi dalam JAMA Internal Medicine (2019) qperempuan menunjukkan bahwa kebiasaan tidur dengan televisi atau lampu menyala berkaitan dengan kenaikan berat badan dan obesitas. Gangguan ritme sirkadian akibat cahaya diduga memengaruhi hormon pengatur rasa lapar dan kenyang.

Sebaliknya, tidur dalam kondisi gelap membantu tubuh memproduksi melatonin secara optimal. 

Menurut National Sleep Foundation, kamar yang gelap membuat seseorang lebih cepat tertidur, mencapai fase tidur lelap lebih lama, serta bangun dengan kondisi lebih segar.

Meski begitu, bagi yang tidak terbiasa tidur dalam keadaan gelap, penggunaan lampu tidur redup berwarna hangat masih lebih aman dibandingkan lampu putih terang atau cahaya dari layar gawai. Para ahli menyarankan untuk mematikan lampu saat tidur guna menjaga keseimbangan hormon, kesehatan jantung, serta metabolisme tubuh. 

Kebiasaan sederhana dapat meningkatkan kualitas tidur sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit dalam jangka panjang.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: