Pertama, words of affirmation, yaitu ungkapan cinta melalui kata-kata manis, pujian, atau kalimat dukungan.
BACA JUGA:Ketua DPRD Pandeglang Jadi Sasaran Penipuan, Modus Jual Alat Berat Terbongkar!
BACA JUGA:Terungkap! Fakta Mengejutkan dari TKP Pembunuhan di Perumahan Puri Anggrek
Kedua, acts of service, yaitu menunjukkan cinta melalui tindakan nyata seperti membantu mengerjakan sesuatu atau melakukan hal-hal yang membahagiakan pasangan.
Ketiga, receiving gifts, yaitu memberikan perhatian melalui hadiah kecil tetapi berarti. Keempat, quality time, yaitu meluangkan waktu berkualitas dan memberikan perhatian sepenuhnya tanpa gangguan. Terakhir, physical touch, yaitu sentuhan fisik seperti pelukan, ciuman, atau bergandeng tangan.
3. Ada ilmu di balik love language, tapi masih diperdebatkan
Meskipun konsep love language umum digunakan oleh terapis dan konselor, masih ada perdebatan dari sisi ilmiah. Beberapa penelitian menyatakan bahwa konsep ini belum memiliki bukti yang kuat secara ilmiah.
Namun, terdapat juga peneliti yang menemukan bahwa ketika seseorang menerima bentuk kasih sayang yang sesuai dengan love language-nya, otak dapat melepaskan hormon bahagia seperti oksitosin, yang memberikan perasaan nyaman dan keterhubungan.
Beberapa studi lain juga menunjukkan bahwa love language dapat meningkatkan komunikasi dan kepuasan dalam hubungan.
4. Cara praktis menerapkan love language setiap hari
Apakah kamu ingin love language benar-benar berdampak dalam hubunganmu? Maka, kamu perlu menerapkannya. Langkah pertama adalah mengenali love language milikmu.
Tanyakan pada dirimu sendiri: kapan kamu merasa paling dicintai? Apa yang membuatmu merasa diperhatikan? Setelah itu, diskusikan dengan pasangan agar kalian berdua saling memahami dan bisa menyesuaikan.
Langkah selanjutnya, coba untuk mengenali love language pasanganmu. Amati bagaimana dia biasanya menunjukkan cinta.