Gen Z lebih percaya bahwa hasil kerja terbaik muncul ketika mereka bekerja pada waktu yang paling nyaman bagi diri mereka sendiri.
Tidak harus pagi hingga sore seperti jam kantor konvensional. Dengan menentukan sendiri jam produktifnya, mereka merasa lebih efisien dan tidak mudah kelelahan.
3. Teknologi sebagai Sarana Mobilitas
Kecanggihan teknologi digital telah membuka ruang kerja baru bagi Gen Z. Mereka bisa bekerja dari mana saja, baik di rumah, kafe, atau bahkan saat bepergian ke kota lain.
Gaya hidup digital nomad ini menjadi mungkin karena akses internet dan aplikasi kerja kolaboratif yang terus berkembang.
BACA JUGA: Banyak Peluang! Ini Deretan Website Freelance untuk Pekerjaan Sampingan
4. Perhatian Serius terhadap Kesehatan Mental
Gen Z lebih terbuka dalam membicarakan kesehatan mental dan berusaha menghindari tekanan kerja berlebihan.
Sistem kerja yang fleksibel membantu mereka menghindari stres dan menjaga kesejahteraan psikologis. Banyak dari mereka memilih lingkungan kerja yang mendukung dan tidak terlalu menekan.
5. Pentingnya Membangun Identitas Diri
Bagi Gen Z, personal branding bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dari karier.
Fleksibilitas dalam bekerja memberi mereka ruang untuk berekspresi dan menunjukkan keahlian melalui platform digital. Mereka membangun reputasi dari karya dan kreativitas, bukan hanya dari jabatan di perusahaan.
6. Tanggapan terhadap Dinamika Sosial dan Ekonomi
Tumbuh di era penuh tantangan seperti krisis ekonomi, pandemi global, dan perubahan teknologi cepat membuat Gen Z lebih adaptif.
Mereka tidak terfokus pada pencapaian hidup tradisional seperti membeli rumah muda atau menikah cepat. Sebaliknya, mereka fokus pada kegagalan dan pengembangan diri jangka panjang.