"Di situ kepemimpinan gue di asah, mulai dari merancang konsep pencegahan tsunami buat anak-anak sampai gimana caranya anak-anak tertarik buat belajar tentang cara berlindung diri dari tsunami dan gempa."
Ridho mengungkapkan jika konsep ini sangat sulit karena program tim harus disesuaikan dengan imajinasi dan kreativitas anak-anak yang masih sangat luas dan butuh sesuatu yang menyenangkan.
"itu tricky banget karena kita harus sesuain program kita dengan imajinasi dan kreativitas anak-anak yang masih sangat luas dan butuh sesuatu yang fun, jadi kita puter otak banget di sana sampai akhirnya kita berhasil ningkatin pengetahuan mereka sampai 57%."
Tentu saja jumlah ini dapat mengubah cara mereka menyelamatkan diri dari bencana tsunami dan gempa.