Disway Award

Fenomena Membenci Gaya Parenting Orang Tua yang Justru Terulang di Masa Dewasa

Fenomena Membenci Gaya Parenting Orang Tua yang Justru Terulang di Masa Dewasa

Keluarga-Pin/Diane niehause-

INFORADAR.ID– Salah satu fase yang sering dialami oleh banyak individu saat beranjak dewasa adalah sebuah realitas yang ironis.

Menyadari bahwa mereka telah mewarisi sifat atau pola asuh yang dahulu sangat mereka benci dari orang tua mereka.

 Fenomena ini sering disebut sebagai pengulangan siklus antargenerasi, di mana perilaku yang awalnya dianggap menyebalkan atau tidak ideal justru muncul kembali secara tidak sadar saat seseorang menghadapi situasi serupa.

Dalam tinjauan psikologis, hal ini terjadi karena pola asuh orang tua adalah cetak biru pertama yang diterima oleh otak anak mengenai cara berinteraksi dan menyelesaikan masalah.

BACA JUGA:Kenali Kepribadian Seseorang dari Genre Musik Favoritnya? Ini Dia Ciri-Cirinya

BACA JUGA:Samsung Siapkan One UI 9 Berbasis Android 17, Ini Bocoran Fitur dan Daftar Perangkatnya

 Meskipun secara sadar seseorang menolak gaya tersebut, memori bawah sadar telah merekamnya sebagai cara yang paling akrab dilakukan. 

Saat berada di bawah tekanan atau kelelahan, otak cenderung kembali ke mode otomatis menggunakan pola yang sudah paling lama dikenal tersebut.

Para ahli menjelaskan bahwa kebencian terhadap gaya parenting tertentu sering kali tidak dibarengi dengan pembelajaran mengenai alternatif cara yang sehat.

Akibatnya, ketika seseorang menjadi orang tua atau pemimpin di tempat kerja, mereka merasa kehilangan arah dan akhirnya kembali ke pola lama yang mereka terima dulu.

BACA JUGA:Film Musikal Batak Pulang Kampung Siap Produksi, Angkat Budaya Lokal ke Layar Lebar

BACA JUGA:Lakukan 5 Cara Ini untuk Mengatasi Perut Buncit Bagian Bawah

Sifat-sifat seperti cara bicara yang keras, sikap terlalu protektif, atau cara mendidik yang kaku sering kali muncul kembali sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri yang diwariskan.

Namun, menyadari kemiripan ini sebenarnya adalah langkah awal yang sangat penting untuk melakukan perubahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: