Disway Award

Bank Indonesia Siaga 24 Jam, Rupiah Melemah ke Rp17.110 per Dolar AS

Bank Indonesia Siaga 24 Jam, Rupiah Melemah ke Rp17.110 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah melemah-Pinterest/Akali sát thủ-

INFORADAR.ID - Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Selasa (14/4/2026) pagi di tengah tekanan pasar global. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah tercatat berada di level Rp17.110 per dolar AS atau terdepresiasi sekitar 0,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.095 per dolar AS.

Pelemahan ini melanjutkan tren penurunan tipis yang terjadi pada Senin (13/4/2026), di mana rupiah tercatat melemah sebesar 0,06 persen. Tekanan terhadap mata uang domestik ini dipengaruhi oleh dinamika pasar keuangan global serta meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menanggapi kondisi tersebut, Bank Indonesia menegaskan kesiapan untuk melakukan intervensi pasar secara intensif. Bank sentral bahkan menyiagakan pemantauan dan respons selama 24 jam guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa intervensi dilakukan secara terukur baik di pasar spot maupun pasar valuta asing berjangka, termasuk Non-Deliverable Forward (NDF) dan Domestic NDF (DNDF).

Menurut Destry, langkah ini bertujuan menjaga likuiditas di tengah tekanan eksternal yang cukup kuat. Ia juga menegaskan bahwa Bank Indonesia telah mengoptimalkan peran kantor perwakilan di luar negeri untuk memantau pergerakan pasar global secara real time.

BACA JUGA:Jangan Bangun Ekspektasi Semu: Menakar Ulang Wacana Gaji Guru Nasional

BACA JUGA:Rincian Gaji Operator SPBU dan Tunjangan Lainnya

“BI siaga 24 jam, mulai dari pembukaan pasar di Singapura, lalu berlanjut ke Eropa hingga Amerika Serikat. Kami memaksimalkan kantor perwakilan di London dan New York untuk menjaga stabilitas,” ujarnya dalam Central Banking Forum 2026.

Lebih lanjut, BI juga berencana memperluas basis pelaku pasar untuk transaksi NDF di luar negeri. Hal ini dilakukan menyusul lonjakan transaksi NDF yang sempat menembus level Rp17.100 per dolar AS pada perdagangan pagi.

Di sisi lain, pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) terpantau relatif stabil di level 98,348 pada pukul 09.00 WIB. Kondisi ini memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menahan tekanan yang lebih dalam.

Namun demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik global, terutama terkait potensi blokade maritim oleh Amerika Serikat terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz. Situasi ini berpotensi mengganggu pasokan energi global dan meningkatkan volatilitas pasar.

Meski ketegangan meningkat, adanya peluang dialog antara Washington dan Teheran menjadi faktor penyeimbang yang menahan penguatan dolar AS lebih agresif terhadap mata uang global.

BACA JUGA:Kronologi 16 Mahasiswa FHUI Terduga Pelaku Kekerasan Seksual, Terancam DO

BACA JUGA:Mubes Himpunan Mahasiswa Petir Bahas Evaluasi hingga Pemilihan Ketua Baru

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: