Disway Award

SANLAT Ramadan RQCH Hadirkan Suasana Belajar Seru di Masjid Al-Munawir Kramatwatu

SANLAT Ramadan RQCH Hadirkan Suasana Belajar Seru di Masjid Al-Munawir Kramatwatu

Anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan SANLAT Ramadan RQCH di Masjid Al-Munawir, Kramatwatu, dengan penuh semangat dan keceriaan--

INFORADAR.ID - Rumah Quran Cahaya Hati (RQCH) kembali menggelar kegiatan Pesantren Kilat (SANLAT) dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan aktivitas yang bermanfaat bagi anak-anak. Tahun ini, kegiatan dilaksanakan di Masjid Al-Munawir yang berlokasi di Perumahan Lebak Indah Griya Asri, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten.

‎Pelaksanaan SANLAT tersebut menjadi bagian dari komitmen para pengajar untuk menjadikan Ramadan lebih bermakna bagi peserta didik. Momentum bulan suci dinilai sebagai waktu yang tepat untuk menanamkan semangat ibadah sekaligus menjaga produktivitas anak-anak melalui kegiatan positif.

‎Salah satu relawan pengajar, Haura, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang sengaja diadakan bertepatan dengan Ramadan agar anak-anak memiliki ruang belajar agama yang menyenangkan selama menjalani puasa.

‎“Awalnya karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Kami selaku guru ingin momen ini lebih bermakna buat anak-anak, supaya mereka makin semangat menjalani puasa dan tetap produktif dengan kegiatan yang positif,” ujar Haura.

‎Secara konsep, kegiatan SANLAT tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Namun, terdapat sejumlah penyesuaian dan tambahan pada materi inti agar suasana belajar tidak terasa monoton. Haura menuturkan bahwa variasi kegiatan dilakukan supaya anak-anak tetap antusias dari hari ke hari.

‎Mayoritas peserta berasal dari lingkungan sekitar RQCH, meskipun ada pula beberapa anak dari luar wilayah tersebut. Peserta didominasi oleh anak usia Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Dasar, sehingga pendekatan pembelajaran dibuat lebih interaktif dan menyenangkan.

‎Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda seperti mengaji bersama, permainan islami, hingga nonton bareng (nobar). Menurut Haura, momen kebersamaan menjadi bagian yang paling dinantikan anak-anak.

‎“Semua kegiatan ditunggu sih, tapi yang paling mereka suka itu momen kumpul barengnya. Ada ngaji bareng, games islami, dan nobar yang biasanya jadi sesi paling ditunggu,” katanya.

‎Ia juga menceritakan bahwa lebih banyak momen lucu yang terjadi selama SANLAT berlangsung. Sebagai peserta anak-anak, keluhan soal haus, lapar, atau mengantuk kerap terdengar, namun semangat mereka tetap terjaga. Haura menilai suasana tersebut justru memperkuat nuansa Ramadan yang hangat dan penuh kebersamaan.

‎Terkait tantangan, Haura menyebut tidak ada kendala besar dalam pelaksanaan kegiatan. Beberapa peserta memang sempat absen karena kelelahan, tetapi pihak pengajar tidak memaksakan kehadiran dan tetap menyesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

‎Dukungan orang tua pun dinilai sangat positif. Bahkan, ada orang tua yang tetap berupaya mengantarkan anaknya meskipun harus membangunkan lebih awal atau datang sedikit terlambat. Hal ini menunjukkan antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap program SANLAT RQCH.

‎Haura berharap kegiatan ini tidak hanya menambah hafalan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap pembelajaran agama dan menghadirkan kenangan Ramadan yang menyenangkan. Ia mengakui bahwa menjadi relawan saat berpuasa tentu terasa melelahkan, namun kebahagiaan anak-anak menjadi energi tersendiri.

‎“Capek pasti ada, tapi puas banget kalau lihat anak-anak seharian bahagia. Bahkan pas pulang mereka masih sempat semangat cerita ke orang tuanya,” ungkapnya.

‎Melalui kegiatan ini, RQCH berharap SANLAT dapat terus menjadi agenda tahunan yang memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter generasi muda. Program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menumbuhkan semangat beribadah serta menghadirkan pengalaman Ramadan yang menyenangkan bagi anak-anak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: