Disway Award

Berbasis Aksi Nyata, Pemuda Asal Serang Raih Juara Penghargaan Pemuda Pelopor Kota Serang

Berbasis Aksi Nyata, Pemuda Asal Serang Raih Juara Penghargaan Pemuda Pelopor Kota Serang

Muhammad Ribkhi Aprilaganta, dinobatkan sebagai Juara 1 Pemuda Pelopor Kota Serang 2026--

INFORADAR.ID - Muhammad Ribkhi Aprilaganta, pemuda asal Kota Serang, resmi dinobatkan sebagai Juara 1 pemuda Pelopor Kota Serang 2026 di bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan, dan Pariwisata. tersebut menjadi pengakuan atas konsistensinya membangun gerakan lingkungan yang tidak hanya berbasis kampanye, tetapi juga aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor

‎Perjalanan Ribkhi tidak dimulai dari panggung penghargaan. Ia pernah merantau ke Lampung selama hampir dua tahun tanpa keluarga. Di perantauan itu, ia bertahan hidup dengan membantu masyarakat sekitar, terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan, serta belajar beradaptasi dengan kondisi sosial yang berbeda. Dari pengalaman tersebut, ia mengaku menemukan panggilan hidupnya

‎“Lingkungan sudah menghidupi saya. Sekarang saatnya saya menghidupi lingkungan,” ujar Muhammad Ribkhi Aprilaganta saat diwawancarai

‎Berangkat dari pengalaman tersebut, ia membangun sejumlah inisiatif yang terintegrasi dalam satu visi keberlanjutan. Melalui gerakan Banten Take Action, Ribkhi mendorong keterlibatan anak muda dalam promosi potensi wisata sekaligus penguatan ekonomi lokal. Ia juga menggagas Koalisi Masyarakat Peduli Sampah (Kompas Action) yang menghimpun lebih dari 60 NGO dan komunitas dalam satu komitmen pengurangan sampah di Banten

‎Tak hanya itu, ia mengembangkan Banten Waste Solution atau Noesantara Waste Solution yang fokus pada sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk penerapan konsep Event Waste Management (EWM) dalam berbagai kegiatan publik. Konsep tersebut telah diterapkan dalam sejumlah agenda besar di Kota Serang sepanjang 2025

‎Data yang dihimpun dari gerakannya menunjukkan bahwa selama periode Agustus hingga November 2025, sebanyak 16.682 kilogram sampah berhasil dibersihkan dari 11 titik sampah liar. Lebih dari 1.082 relawan turut terlibat dalam aksi tersebut. Dua kegiatan besar, yakni Sound of BCF dan Kota Serang Fair pada peresmian Royal Baroe, juga menerapkan standar ramah lingkungan yang diinisiasinya

‎Menurut Ribkhi, persoalan mendesak di Kota Serang saat ini adalah pengelolaan sampah dan tata kelola perkotaan yang belum terintegrasi. Ia menilai modernisasi infrastruktur belum sepenuhnya diiringi perubahan perilaku masyarakat

‎“Kota tidak cukup hanya dibangun secara fisik, tetapi juga secara sistem dan budaya,” katanya

‎Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem 3R dan ekonomi sirkular sebelum penerapan teknologi berskala besar seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL). Baginya, fondasi pemilahan sampah dari hulu menjadi kunci efektivitas kebijakan lingkunga

‎Meski dihadapkan pada keterbatasan dukungan fasilitas dan pendanaan, Ribkhi menyebut sebagian besar programnya berjalan melalui dana pribadi dan gotong royong relawan. Ia menegaskan bahwa kepeloporan diuji saat kondisi tidak ideal

‎“Pemuda itu harus berani ambil peran. Jangan cuma jadi penonton. Lingkungan sudah menghidupi kita, sekarang kapan kita mau menghidupkan lingkungan?” ujarnya.

‎Ke depan, Ribkhi menargetkan Banten menjadi provinsi percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis kolaborasi dan edukasi masyarakat, dengan semangat yang ia gaungkan: dari Banten untuk Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: